Satu Indonesia, Sumba Barat Daya — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas pendidikan antikorupsi ke satuan pendidikan di daerah melalui program KPK Mengajar. Kali ini, sebanyak 149 siswa Sekolah Dasar Katolik (SDK) Delo, Desa Delo, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, diajak mengenal nilai integritas melalui kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, Senin (10/8).
Dalam kegiatan tersebut, kejujuran dan keberanian menjadi dua nilai utama yang ditekankan KPK dalam pembentukan karakter siswa. Pesan antikorupsi disampaikan melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian anak, sehingga integritas tidak sekadar dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku.
“Kami ingin mengajarkan dan mengingatkan kembali tentang kejujuran. Karena ini adalah inti utama yang harus kita tanamkan dari diri kita. Selain itu juga keberanian dan nilai-nilai antikorupsi lainnya,” ujar Medio, Kasatgas 1 Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK
KPK menjelaskan, membangun integritas tidak harus dimulai dari hal-hal yang kompleks. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi fondasi pembentukan karakter, seperti berkata dan bertindak jujur, berani mengakui kesalahan, bertanggung jawab terhadap tugas, serta menghormati hak orang lain.
Kejujuran menjadi salah satu fondasi penting karena membentuk pribadi yang dapat dipercaya. Sementara itu, keberanian diperlukan agar seseorang mampu mempertahankan kebenaran, termasuk berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang bertentangan dengan nilai integritas.
Melalui program KPK Mengajar, nilai-nilai tersebut diperkenalkan dalam konteks kehidupan sehari-hari peserta didik. Pendekatan ini diharapkan membantu siswa memahami bahwa perilaku antikorupsi dapat dimulai dari pilihan sederhana yang mereka lakukan setiap hari.
Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan tersebut. Bersama keluarga dan lingkungan masyarakat, sekolah menjadi ruang untuk menanamkan kebiasaan positif sekaligus memperkuat karakter siswa melalui nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, keberanian, dan kepedulian.
Kehadiran KPK di SDK Delo juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan antikorupsi ke berbagai daerah. Melalui program tersebut, pesan mengenai pentingnya integritas diharapkan tidak hanya menjangkau satuan pendidikan di pusat perkotaan, tetapi juga hadir di lingkungan pendidikan daerah.
KPK berharap pengenalan nilai antikorupsi sejak bangku sekolah menjadi bagian dari proses panjang dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter yang kuat. Dengan pembiasaan sejak dini, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu menjaga kejujuran, bertanggung jawab atas tindakannya, serta berani mempertahankan nilai yang benar.
Pendidikan integritas sejak dini menjadi bagian dari upaya pemberantasan korupsi yang tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga mengedepankan pencegahan dan pembangunan budaya antikorupsi. Upaya tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan kebiasaan sehari-hari, termasuk melalui pendidikan di bangku sekolah.

