Jumat, Juni 5, 2026
No menu items!

Ribuan Prajurit Cadangan Israel Tuntut Perang di Gaza Diakhiri

Yerusalem, Satu Indonesia – Sekelompok 1.000 prajurit cadangan menyerukan pada Kamis (10/4/2025) agar semua tawanan yang ditawan di Jalur Gaza dikembalikan, “bahkan jika itu berarti mengakhiri perang.”

Dilansir dari Anadolu Ajansi pada Sabtu (12/4/2025), prajurit cadangan ini berasal dari prajurit Angkatan Udara Israel yang masih bertugas dan yang sudah pensiun.

“Melanjutkan perang tidak akan membawa keberhasilan tujuan perang yang telah dideklarasikan, dan akan mengakibatkan kematian para sandera, prajurit IDF (angkatan darat) dan warga sipil yang tidak bersalah,” demikian bunyi surat yang diterbitkan oleh para prajurit cadangan di media Israel.

Surat mwreka menyerukan agar “segera dikembalikan” tawanan Israel dari Gaza, dengan mengatakan bahwa perang saat ini berlangsung untuk “kepentingan politik dan pribadi.”

“Hanya kesepakatan yang dapat mengembalikan sandera dengan aman, sementara tekanan militer terutama mengarah pada pembunuhan sandera dan membahayakan prajurit kita,” kata para prajurit cadangan, yang menyerukan kepada warga Israel “untuk bergerak untuk bertindak.”

Tanda tangan surat tersebut termasuk mantan kepala angkatan darat Dan Halutz.

Israel memperkirakan bahwa 59 sandera masih ditahan di Gaza, dengan sedikitnya 22 di antaranya masih hidup.

Mereka diharapkan akan dibebaskan dalam fase kedua gencatan senjata Gaza dan perjanjian pertukaran tahanan, yang mengharuskan Israel untuk sepenuhnya menarik pasukannya dari Gaza dan mengakhiri perang secara permanen.

Tentara Israel kembali melancarkan serangan mematikan di Gaza pada 18 Maret dan sejak itu telah menewaskan hampir 1.500 korban, melukai 3.700 lainnya, dan menghancurkan gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan yang ditandatangani pada Januari.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk meningkatkan serangan di Gaza karena upaya sedang dilakukan untuk melaksanakan rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengusir warga Palestina dari daerah kantong itu.

Lebih dari 50.800 warga Palestina telah tewas di Gaza dalam serangan brutal Israel sejak Oktober 2023, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan November lalu untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI