Satu Indonesia, Balikpapan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan bersama Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memperkuat edukasi keselamatan dan kesiapsiagaan masyarakat melalui sosialisasi keselamatan serta penanganan kondisi darurat bagi warga di Kecamatan Balikpapan Barat (Balbar), Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut menyasar masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sekitar kawasan ring satu kilang. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai prosedur keselamatan dan langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat yang berkaitan dengan aktivitas operasional kilang.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara BPBD dan KPB dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai prosedur menghadapi kondisi darurat.
“Seiring adanya perkembangan di Kilang Pertamina Balikpapan, masyarakat perlu mendapatkan informasi terbaru mengenai prosedur keselamatan. Dengan begitu, apabila terjadi situasi kedaruratan, masyarakat dapat lebih cepat memahami kondisi dan mengambil langkah yang tepat sebelum petugas melakukan penanganan,” ujar Usman, Rabu (22/7/2026).
Menurut Usman, Pemerintah Kota Balikpapan mengapresiasi keterlibatan KPB dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan di wilayah lain, terutama kawasan yang berada di sekitar operasional kilang.
“Kami berharap sosialisasi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah ring satu. Masyarakat harus mengetahui apa yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat di sekitar kawasan kilang, sehingga dapat meminimalkan risiko dan kepanikan,” katanya.
Selain membahas prosedur tanggap darurat, BPBD memberikan edukasi mengenai penanganan kebakaran skala kecil yang dapat terjadi di lingkungan rumah tangga, termasuk kebakaran akibat kompor dan tabung gas.
Peserta juga mendapatkan praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai bekal menghadapi kondisi darurat.
“Praktik ini bertujuan membantu masyarakat menangani kebakaran pada kategori api kecil. Namun yang paling utama adalah masyarakat memahami informasi keselamatan yang berkaitan dengan aktivitas kilang di sekitar tempat tinggal mereka,” jelas Usman.
Camat Balbar, Erwin, mengapresiasi sosialisasi yang digelar BPBD bersama KPB. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat di empat kelurahan yang berada di sekitar kawasan kilang, yakni Kelurahan Baru Tengah, Baru Ilir, Margasari, dan Baru Ulu.
Ia menilai edukasi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk dalam penggunaan listrik dan aktivitas sehari-hari yang dapat memicu kebakaran.
“Kegiatan ini menjadi penyegaran kembali bagi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan dan bahaya kebakaran. Apalagi Kecamatan Balbar memiliki kedekatan dengan kawasan Kilang Pertamina, sehingga warga perlu terus meningkatkan kewaspadaan, baik terhadap penggunaan instalasi listrik maupun menghindari kebiasaan membakar sampah sembarangan,” tambah Erwin.
Erwin berharap para ketua RT yang mengikuti sosialisasi dapat meneruskan materi yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, informasi keselamatan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Pemerintah kecamatan bersama kelurahan, lanjut Erwin, juga rutin mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kebakaran dalam berbagai pertemuan. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi bencana yang lebih besar dan membahayakan permukiman.
Sementara itu, VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menangani kebakaran sejak tahap awal.
“Kegiatan yang diikuti puluhan warga tersebut membahas berbagai materi, mulai dari langkah-langkah evakuasi saat terjadi bencana, pentingnya mengenali potensi risiko di sekitar lingkungan, hingga cara melakukan tindakan awal sebelum petugas tiba di lokasi,” ujar Asep.
Menurut Asep, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih sigap dan tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat. Peserta juga diberi kesempatan berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait penanganan bencana.
“Kegiatan ini dilakukan tidak hanya di Balikpapan Barat, melainkan Balikpapan Kota, dengan jumlah peserta 172 orang di bakbar, di balkot 94 orang,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk membangun budaya kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko bencana.
“Kami berharap terjalin sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat budaya kesiapsiagaan serta meminimalkan risiko dan dampak bencana,” tutupnya.
Melalui kegiatan tersebut, BPBD dan KPB mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan, prosedur evakuasi, serta tindakan awal dalam menghadapi kondisi darurat. Edukasi diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan warga di sekitar kawasan operasional kilang sekaligus membangun sinergi penanggulangan bencana secara berkelanjutan.

