satuindonesia.co.id, Samarinda – Tim PON Angkat Besi Kaltim belum lama ini baru pulang dari program try outnya yang dibalut dengan refreshing atlet.
Berbeda dengan cabor lain yang meningkatkan kemampuan, 11 atlet dan 3 pelatih ini jalan-jalan ke Batu Malang, Probolinggo, Jogja, Borobudur, Bromo dan keliling, serta menikmati Rafting di Songa Probolinggo.
Sepulangnya, Pelatih Angkat Besi Kaltim, Rendy R Ary menjelaskan bahwa rasa jenuh anak asuhnya selama menjalani program Pelatda KONI Kaltim, kini sudah terobati sepenuhnya.
“Atlet itu keluar dari masa jenuh, fresh otaknya dan lebih fit lagi untuk latihan karena selama tiga bulan di penuhi Pelatda persiapan umum dengan latihan yang berat, sekrang masuk ke persiapan khusus dan pra kompetisi jadi otak dan badan harus fresh,” ucap Rendy R Ary, mengutip RRI, Kamis (27/6/2024).
Lantaran selama liburan harus merefresh atlet anak asuhnya, dirinya mengaku melupakan semua program dan beban medali di PON.
“Jadi pulang try out dari Batu Malang fresh semuanya tidak ada beban lagi. Punya semangat baru,” ungkapnya.
Rendy lanjut mengungkapkan bahwa beban yang diangkat para lifternya ini lebih ringan dari beberapa pekan lalu. Hal itu terbukti seperti salah satu anak asuhnya yang bisa melampaui rekor nasionalnya sendiri yang dibuatnya pada BK PON 2023 lalu.
“Pokoknya otot mereka meningkat semua, contoh Firda itu kenaikan 10 persen angkatannya jadi dia sudah melampaui rekornas,” sebutnya.
Selain itu, Rendy menambahkan bahwa kekuatan yang didapatkan ini berkat liburan yang dimaksimalkan, sehingga lahir semangat baru untuk menghadapi multi event yang tak lama lagi akan digulirkan.
“Itu ada gambarkan lagi seperti bayi baru lahir, jadi semangat latihannya di tambah lagi seperti tidak kenal lelah dan beban hidup,” bebernya.
Rendy akan menggenjot pematangan persiapan anak asuhnya, namum dengan hati-hati. Dengan waktu tersisa 2 bulan ini, pertandingan rawan cidera.
“Sehingga harus ekstra memantau kondisi atlet saat menjalani program latihan rutin,” imbuhnya.
Disamping itu, 2 minggu sekali atlet menjalani program refreshing otak, seperti mandi di sauna bersama, mancing bersama yang meningkatkan chemistry serta motivasi yang lebih dalam lagi.
Redaksi

