Penajam – Distribusi air di baku kabupaten penajam Paser Utara (PPU) saat ini belum sepenuhnya merata.Seperti di kawasan Kayu Api, Kecamatan Penajam. Sebagian pelanggan masih menerima aliran air dengan jadwal tertentu. Informasi ini diungkapkan Fadilah pelajar SMKN 2 Penajam, mengatakan air di rumahnya biasanya hanya mengalir dua Hari dalam sepekan.
“Di rumah kami biasanya air mengalir dua hari dalam seminggu, tepatnya pada Selasa dan Jumat. Untungnya kami memiliki penampungan air. Namun kami tetap berharap agar kedepannya air bisa mengalir setiap hari,” ujarnya.
Saat ini, Perumda Air Minum Danum Taka tercatat hanya melayani sekitar 17.806 sambungan rumah yang terbesar di 23 desa dan kelurahan di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Adapun kapasitas produksi air hanya sekitar 410 liter per detik, sumber air baku berasal dari beberapa lokasi, diantaranya Sungai Lawe-Lawe, Embung Waru, Embung Babulu, Embung Sotek, Embung Maridan, Sungai Tengin dan Bendung Sepaku.
Pengelolaan air baku juga menghadapi tantangan saat cuaca berubah. Ketika hujan deras, air baku meningkat sehingga proses pengolahan dan pengawasan kualitas harus diperketat. Sementara itu pada musim kemarau debit air dapat menurun sementara kebutuhan masyarakat tetap berjalan.
Bagi masyarakat, air bersih mungkin hanya terlihat sebagai aliran yang keluar dari keran setiap pagi. Namun, di balik air yang sampai setiap ke rumah pelanggan terdapat beberapa rangkaian proses dan pekerjaan yang harus dilakukan secara terbuka-menerus.
Air baku harus terlebih dahulu dipantau, diolah, dan diuji kualitasnya sebelum ditampung dan disalurkan melalui jaringan perpipaan. Selain itu, pompa, instalasi pengolahan, reservoir, jaringan distribusi hingga pasokan listrik juga harus dipastikan dapat beroperasi dengan baik.
(MH/Kurnia)

