Senin, Oktober 26, 2026
No menu items!

Polda Kaltim Gandeng Sekolah dan Keluarga Perkuat Benteng Generasi Muda dari Narkoba

Satu Indonesia, Samarinda – Polda Kalimantan Timur mendorong penguatan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan melibatkan generasi muda, keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam talk show bertajuk “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui GANAS ANNAR Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Sabtu (8/8/2026).

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Romylus Tamtelahitu menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Talk show juga menghadirkan Sekretaris MUI Kaltim Ustaz Machnun Husni serta unsur Pencegahan dan Pemberdayaan BNNP Kaltim Ahmad Fadholi.

Kegiatan diikuti perwakilan pelajar SMP, SMA, SMK dan madrasah, santri pondok pesantren, mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, majelis taklim, tokoh masyarakat, serta pengurus masjid di Samarinda.

Dalam pemaparannya, Romylus menegaskan pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Menurutnya, keluarga dan lingkungan sosial memiliki peran penting dalam membentengi generasi muda dari pengaruh narkotika.

“Kita harus meningkatkan rasa kepedulian terhadap keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar kita. Pencegahan narkoba harus dimulai dari kepedulian bersama, karena lingkungan yang sehat akan membantu membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan kuat,” ujar Romylus.

Ia mengatakan generasi muda menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Karena itu, edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari lingkungan sekolah, keluarga, hingga komunitas keagamaan.

Menurut Romylus, edukasi sejak dini diperlukan untuk membangun kesadaran sekaligus kemampuan generasi muda dalam menolak ajakan penyalahgunaan narkoba.

Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah daerah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan keluarga.

“Penanganan masalah narkotika membutuhkan kerja sama semua pihak. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah, BNN, MUI, tokoh agama, sekolah, keluarga, dan masyarakat harus memiliki komitmen yang sama untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika,” katanya.

Dalam talk show tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dampak penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan, keluarga, lingkungan sosial, pendidikan, hingga masa depan generasi muda.

Peran ulama, dai, tokoh agama, dan organisasi keagamaan juga dinilai strategis dalam menyampaikan pesan pencegahan narkoba kepada masyarakat. Edukasi dapat dilakukan melalui kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat secara berkelanjutan.

Talk show tersebut sekaligus menjadi ruang dialog bagi peserta untuk memahami langkah-langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba serta membangun ketahanan diri dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan tertib.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun komitmen bersama antara aparat penegak hukum, pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, masyarakat, dan generasi muda untuk memperkuat pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kalimantan Timur.

Upaya kolaboratif tersebut diharapkan turut membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

TERPOPULER

TERKINI

Rahmad Mas’ud Dorong Warga Manfaatkan Layanan Kesehatan Gratis, Deteksi Dini Jadi Kunci

Balikpapan, Satu Indonesia — Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, S.E., M.E., mengajak masyarakat lebih proaktif menjaga kesehatan dengan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan...