Minggu, Agustus 30, 2026
No menu items!

Perkuat Kesadaran Warga, Mahasiswa STIK dan Polda Kaltim Gencarkan Edukasi Pencegahan Karhutla di Paser dan Kutai Timur

KALTIM, Satu Indonesia – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya bergantung pada penanganan ketika kebakaran sudah terjadi. Kesadaran masyarakat untuk mengenali risiko dan mencegah munculnya titik api sejak awal menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi yang dilakukan Polda Kalimantan Timur bersama Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Paser, Sabtu (29/8). Melalui pertemuan langsung dengan masyarakat, tim mengajak warga lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekaligus memahami bahaya pembakaran hutan dan lahan.

Bagi masyarakat, ancaman Karhutla tidak berhenti pada kerusakan kawasan yang terbakar. Asap yang dihasilkan juga dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan. Karena itu, warga diimbau menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya potensi kebakaran.

Mahasiswa STIK bersama personel kepolisian memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla serta pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan di Kabupaten Paser.

Di Desa Tepian Batang, Kabupaten Paser, edukasi tersebut turut disertai pembagian masker kepada masyarakat. Sebelumnya, tim yang terdiri dari Mahasiswa STIK bersama Kasat Binmas Polres Paser IPTU Darwito mengikuti Sholat Istisqa di Masjid Agung Nurul Falah bersama Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. dan unsur Forkopimda.

Masyarakat bersama unsur pemerintah dan aparat mengikuti Sholat Istisqa di Masjid Agung Nurul Falah, Kabupaten Paser, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pencegahan Karhutla.

Sementara di Kabupaten Kutai Timur, pesan pencegahan disampaikan melalui dialog bersama warga di wilayah Kecamatan Sangatta Selatan. Tim mendatangi Kampung Tengah Jalan Rosihan Ahmad, Jalan Muara Gabus, dan Kampung Kajang untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kegiatan di wilayah tersebut melibatkan Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang R.R., S.H., M.H., Plt. Kasat Binmas Polres Kutai Timur IPTU Ngatiyo, Kapulsubsektor Sangatta Selatan IPDA Tahan Sakka, Mahasiswa STIK IPTU Charlie Y dan IPTU Fuad Alhafsi, serta personel Satbinmas.

Personel kepolisian bersama Mahasiswa STIK berdialog dengan masyarakat di Kampung Tengah, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur, dalam rangka mengedukasi warga tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pendekatan secara langsung dipilih agar penyampaian mengenai Karhutla tidak berhenti pada imbauan, tetapi dapat menjadi ruang dialog antara petugas dan masyarakat. Warga juga diberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum dari pembakaran hutan dan lahan serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si. menilai keterlibatan Mahasiswa STIK dalam kegiatan tersebut dapat memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi di lapangan.

“Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam mengendalikan Kebakaran Hutan dan Lahan,” ujarnya. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah Karhutla karena potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal dari lingkungan sekitar.

Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat pun diperlukan agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Selain meningkatkan kewaspadaan, masyarakat juga dapat melaporkan aktivitas pembakaran hutan dan lahan maupun gangguan keamanan lainnya melalui Call Center 110 Polri yang tersedia secara gratis selama 24 jam.

Edukasi yang dilakukan di Kutai Timur dan Paser menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap ancaman Karhutla. Dengan keterlibatan berbagai pihak, pencegahan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan keamanan wilayah dapat diminimalkan.

TERPOPULER

TERKINI

Dari Ide Lokal Jadi Solusi Berdampak, PLN SustainAction 2026 Kembali Dibuka

Poster PLN SustainAction 2026. Kompetisi inovasi berkelanjutan ini membuka pendaftaran gratis hingga 16 September 2026 melalui aplikasi PLN Mobile.BALIKPAPAN, Satu Indonesia — Inovasi yang...