Minggu, Agustus 30, 2026
No menu items!

Dari Ide Lokal Jadi Solusi Berdampak, PLN SustainAction 2026 Kembali Dibuka

Poster PLN SustainAction 2026. Kompetisi inovasi berkelanjutan ini membuka pendaftaran gratis hingga 16 September 2026 melalui aplikasi PLN Mobile.

BALIKPAPAN, Satu Indonesia — Inovasi yang lahir dari masyarakat Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara kembali memiliki kesempatan untuk berkembang lebih luas. PT PLN (Persero) melalui PLN SustainAction 2026 membuka ruang bagi berbagai pihak untuk membawa solusi yang mereka kembangkan agar dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Program tersebut dapat diikuti secara gratis oleh komunitas, akademisi, startup, pelaku usaha, maupun masyarakat umum. Pendaftaran telah berlangsung sejak 10 Agustus dan masih dibuka hingga 16 September 2026 melalui aplikasi PLN Mobile.

Berbeda dari kompetisi yang hanya berfokus pada gagasan, PLN SustainAction mendorong peserta menghadirkan inovasi yang telah memiliki bentuk penerapan atau setidaknya pernah melalui tahap uji coba. Dengan demikian, karya yang diajukan diharapkan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi solusi yang dapat diterapkan.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan program tersebut dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan berbagai inovasi masyarakat dengan dukungan yang dapat membantu pengembangannya.

“Melalui PLN SustainAction 2026, kami ingin membuka ruang bagi komunitas dan para inovator dari berbagai daerah untuk membawa gagasan positif mereka lebih jauh. Kami percaya banyak solusi baik yang lahir dari masyarakat dan memiliki potensi memberikan dampak lebih luas apabila mendapatkan dukungan yang tepat,” ujar Gregorius.

Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta dapat memilih lima bidang inovasi. Climate Innovation mencakup solusi untuk menghadapi maupun mengurangi dampak perubahan iklim. Sustainable Village berfokus pada penguatan desa atau kawasan dari sisi lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Poster PLN SustainAction 2026 yang membuka lima kategori inovasi berkelanjutan. Pendaftaran berlangsung hingga 16 September 2026 melalui aplikasi PLN Mobile.

Ada pula Ecopreneur yang menyasar pengembangan usaha berbasis ekonomi sirkular dan ramah lingkungan. Sementara Renewable Energy 3T ditujukan untuk inovasi yang dapat memperluas akses energi bersih di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Adapun Education for Impact memberikan ruang bagi solusi yang mendukung pendidikan berkelanjutan.

PLN menetapkan sejumlah persyaratan bagi inovasi yang akan diajukan. Karya harus orisinal, telah melalui uji coba atau beta test, memiliki manfaat yang dapat dijelaskan, serta mempunyai arah pengembangan dalam jangka panjang. Inovasi tersebut juga diharapkan sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Proses penilaian nantinya dilakukan secara bertahap. Peserta akan melewati seleksi administrasi, penyisihan, semifinal, final, hingga feasibility checking. Pada tahap akhir, inovasi yang terpilih akan ditinjau langsung untuk melihat kesiapan penerapan sekaligus peluang pengembangannya.

Agar proses penilaian berjalan objektif, PLN turut melibatkan ahli dan praktisi dari sejumlah bidang yang berkaitan dengan keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan lingkungan.Tak hanya menawarkan penghargaan, program ini juga memberikan kesempatan bagi inovasi terpilih untuk mendapatkan pembinaan dan dukungan pembiayaan implementasi.

PLN juga memberi perhatian terhadap keterlibatan kelompok lokal, masyarakat adat, serta kelompok rentan sehingga inovasi yang berkembang diharapkan dapat menjangkau penerima manfaat secara lebih luas.General Manager PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Muchamad Chaliq Fadli, melihat program tersebut sebagai peluang bagi masyarakat di dua provinsi tersebut untuk memperkenalkan karya yang telah mereka kembangkan.

“Kami percaya banyak inovasi dan praktik baik yang lahir dari Kaltim dan Kaltara. PLN SustainAction 2026 menjadi kesempatan bagi para inovator daerah untuk menunjukkan karya terbaiknya, mendapatkan ruang untuk berkembang, sekaligus membuka peluang agar solusi yang lahir dari daerah dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” kata Chaliq.

Menurutnya, karakteristik dan kebutuhan setiap daerah yang berbeda membuat inovasi lokal memiliki nilai tersendiri. Solusi yang dikembangkan masyarakat setempat dinilai memiliki kedekatan dengan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

“Setiap daerah memiliki tantangan dan potensi yang berbeda. Karena itu, solusi yang lahir dari masyarakat setempat memiliki nilai penting karena berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami berharap para inovator Kaltim dan Kaltara tidak ragu untuk mendaftarkan karya terbaiknya,” tambahnya.

Chaliq berharap semakin banyak inovasi dari Kaltim dan Kaltara yang berani masuk ke ruang kompetisi tersebut. Menurutnya, keberhasilan inovasi tidak semata-mata diukur dari kemenangan dalam kompetisi, tetapi dari kemampuannya untuk terus dikembangkan dan memberi manfaat setelah program berakhir.

Masyarakat yang memiliki inovasi sesuai dengan lima kategori tersebut masih dapat mendaftarkan karyanya hingga 16 September 2026 melalui aplikasi PLN Mobile. Peserta juga diperbolehkan mengajukan lebih dari satu inovasi selama memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Melalui PLN SustainAction 2026, inovasi yang berangkat dari persoalan di daerah diharapkan dapat menemukan jalan untuk berkembang. Dari solusi lingkungan, energi, ekonomi, hingga pendidikan, karya masyarakat Kaltim dan Kaltara memiliki kesempatan untuk dibawa lebih jauh dan memberi dampak di luar wilayah asalnya.

TERPOPULER

TERKINI