Minggu, Agustus 30, 2026
No menu items!

Upaya Hadapi Musim Kering, OMC IKN Mulai Dorong Turunnya Hujan di Sejumlah Wilayah

Petugas bersiap membawa bahan semai dalam penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mengoptimalkan potensi hujan di wilayah IKN dan sekitarnya.

NUSANTARA, Satu Indonesia — Hujan mulai kembali terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan Timur setelah hampir dua pekan kondisi kering. Di tengah situasi tersebut, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dilaksanakan sebagai salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan air sekaligus mengantisipasi dampak musim kering dan El Nino.

Operasi ini melibatkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), BPBD, serta sejumlah instansi terkait. Melalui teknologi penyemaian awan atau cloud seeding, operasi diarahkan untuk memaksimalkan peluang turunnya hujan dari awan yang memiliki potensi menghasilkan curah hujan.

Sejak Jumat (21/8/2026) hingga Senin (24/8/2026), sebanyak lima sortie penerbangan telah dilakukan. Pesawat Casa 212 A-2105 diberangkatkan dari Markas Operasi Lanud Dhomber, Balikpapan, dengan membawa sekitar 800 kilogram natrium klorida (NaCl) pada setiap penerbangan untuk digunakan sebagai bahan semai.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan langkah tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan menjaga cadangan air permukaan di wilayah IKN dan sekitarnya selama periode kering.

Menurutnya, kondisi kekeringan yang dipengaruhi El Nino membuat ketersediaan air perlu mendapat perhatian. Karena itu, OMC menjadi salah satu upaya yang ditempuh untuk membantu meningkatkan volume air permukaan.

Dampak pelaksanaan operasi mulai terlihat dari munculnya hujan di beberapa lokasi. Pos Curah Hujan Long Lebusan di wilayah Hulu WS Mahakam mencatat hujan di Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 02.00–02.30 WITA dengan curah hujan mencapai sekitar 20 milimeter. Hujan juga dilaporkan terjadi di wilayah sekitar Kutai Kartanegara.

Sementara itu, perubahan turut terlihat pada kondisi sumber air baku di kawasan IKN. Muka air pada intake Sungai Sepaku tercatat meningkat dari elevasi +2,04 meter menjadi +2,05 meter pada pukul 08.20 WITA. Kenaikan sekitar satu sentimeter tersebut diharapkan terus bertambah seiring adanya hujan.

Meski hujan mulai muncul di sejumlah daerah, keberhasilan OMC tetap bergantung pada kondisi atmosfer. Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan/BMKG, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa keberadaan awan yang memenuhi kriteria menjadi faktor penting dalam menentukan pelaksanaan penyemaian.

Pemantauan dilakukan terhadap pertumbuhan awan, arah dan kecepatan angin, serta waktu yang tepat untuk melakukan penyemaian. Kondisi musim kemarau yang cenderung minim awan juga membuat pelaksanaan OMC menghadapi tantangan tersendiri.

Di sisi lain, ancaman kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian selama periode kering. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, mencatat sebanyak 273 kejadian kebakaran lahan telah terjadi sepanjang Agustus dengan luasan sekitar 752 hektare berdasarkan data yang diterima BPBD.

Penanganan kebakaran dilakukan bersamaan dengan langkah pencegahan, termasuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Edukasi dan imbauan menjadi bagian penting untuk menekan potensi munculnya titik kebakaran baru.

OIKN bersama BMKG, TNI AU, BPBD, dan instansi terkait masih akan memantau kondisi cuaca serta perkembangan awan hujan di kawasan IKN dan sekitarnya. Pelaksanaan OMC berikutnya akan ditentukan berdasarkan kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang sesuai untuk disemai.

TERPOPULER

TERKINI