Minggu, Agustus 30, 2026
No menu items!

Asap Karhutla Mulai Tercium di Balikpapan, Langit Masih Jaga Jarak Pandang

Asap tipis mulai terpantau di Balikpapan, namun kondisi jarak pandang masih berada pada kisaran 8–10 kilometer.

Balikpapan, Satu Indonesia — Aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan mulai membawa dampak terhadap kondisi udara. Di Balikpapan, keberadaan asap telah terpantau, meski konsentrasinya masih tipis dan belum mengganggu aktivitas penerbangan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menyampaikan bahwa asap yang berada di Balikpapan sebagian besar bukan berasal dari kebakaran besar di dalam kota, melainkan terbawa dari wilayah lain.

Salah satu sumber asap tersebut berasal dari Kalimantan Selatan. Pergerakan angin membuat asap masuk ke Balikpapan, tetapi tidak bertahan dalam konsentrasi tinggi. “Di Balikpapan kita cuma kiriman dari Kalimantan Selatan. Jadi tidak ada signifikan asap yang ada di sini,” ujar Djoko, Minggu (30/8/2026).

Selain asap kiriman, pemantauan meteorologi menunjukkan adanya aktivitas karhutla yang cukup besar di Berau. Namun, arah angin saat ini membuat asap dari wilayah tersebut tidak bergerak langsung menuju Balikpapan.

“Yang paling besar terjadi pantauan kami di Berau. Tetapi awan dan anginnya bertiup dari timur ke arah utara, sehingga Kalimantan Timur, tanda kutip, agak aman dengan asap,” katanya.

Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang menentukan ke mana asap akan bergerak. Karena itu, keadaan di Balikpapan masih dapat berubah apabila arah angin maupun aktivitas titik api mengalami perubahan.

Meski asap sudah terlihat, jarak pandang di Balikpapan masih berada pada kisaran 8 hingga 10 kilometer. “Untuk jarak pandang dari pantauan kami masih sekitar 8 sampai 10 kilometer, jadi relatif masih aman,” kata Djoko.

Kondisi tersebut berbeda dengan wilayah yang mengalami kebakaran lokal dalam waktu lebih lama. Di salah satu daerah, jarak pandang sempat menurun hingga sekitar 3,5 kilometer. “Kmarin kita pantau, memang ada kabut asap sekitar 3,5 kilometer. Itu sudah tidak normal,” ujarnya.

Jarak pandang yang menurun hingga kondisi tersebut dapat menghambat aktivitas, khususnya transportasi dan penerbangan. Djoko menjelaskan, asap yang cukup tebal di wilayah tersebut berkaitan dengan kebakaran lokal yang membutuhkan waktu lebih lama untuk ditangani.

Di tengah meningkatnya aktivitas karhutla di beberapa daerah, operasional penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan masih berlangsung dengan kondisi yang dinilai aman.”Penerbangan di Balikpapan masih aman,” tegas Djoko.

Dalam beberapa hari terakhir, bandara tersebut bahkan sempat menerima dua penerbangan yang dialihkan dari daerah lain akibat kondisi asap di bandara tujuan. Penerbangan tersebut sebelumnya dijadwalkan menuju Banjarmasin dan Pontianak.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa kabut asap mulai memengaruhi konektivitas udara di beberapa wilayah Kalimantan. Sementara itu, Balikpapan masih relatif terlindungi berkat kondisi angin dan penanganan cepat terhadap titik api yang muncul.

Djoko turut mengapresiasi respons petugas dan relawan di Balikpapan yang dinilai sigap dalam menangani kebakaran.”Saya salut dengan tim dan relawan-relawan kita yang sigap terhadap api yang ada di Balikpapan,” ujarnya.

TERPOPULER

TERKINI