Samarinda, Satu Indonesia – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189 Tahun 2025.
Acara yang diprakarsai oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur ini digelar di halaman parkir Samarinda Square, Jalan M. Yamin, Gunung Kelua, pada Sabtu (4/10/2025) sore.
Nampak hadir sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapangtani) Kota Samarinda, Kepala Dinas Perdagangan, Kabag Ekonomi Setda Samarinda, perwakilan TWAP, serta perwakilan direksi Bankaltimtara.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Fahmi Himawan, menyampaikan bahwa Bulan Bakti tahun ini mengusung tema “Ternak Sehat, Peternak Sejahtera, Indonesia Maju.” Kegiatan berlangsung sejak 26 Agustus hingga 26 September di tingkat nasional, sementara di Samarinda dilaksanakan selama tiga hari dan ditutup dengan berbagai agenda meriah.
“Rangkaian acara meliputi Ekspo Peternakan dengan 26 stan dari 9 kabupaten/kota, UMKM, asosiasi profesi, hingga pelaku usaha ternak. Selain itu, ada vaksinasi rabies, talk show, lomba memasak olahan daging domba, mini soccer, fashion cat show, serta gerakan minum susu dan makan telur oleh anak-anak SD,” jelas Fahmi.
Lebih lanjut, ia melaporkan bahwa selama expo berlangsung tercatat perputaran ekonomi sekitar Rp52 juta.
Selain itu, Samarinda juga mendapatkan sejumlah program baru, di antaranya pembangunan Pusat Desa Korporasi Ternak (PDKT), pengembangan budidaya lebah kelulut, distribusi vaksin rabies dan jembrana, serta demplot ayam layer untuk memenuhi kebutuhan telur masyarakat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat.
Ia menilai kegiatan ini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadi ruang kreasi bagi pelaku usaha di sektor peternakan.
“Bulan Bakti Peternakan ini bukan hanya ajang pameran, tetapi juga bentuk keseriusan kita dalam mengembangkan sektor peternakan. Samarinda berharap kegiatan semacam ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dan ke depan ditempatkan di lokasi yang lebih representatif,” ujar Saefuddin.
Ia juga menekankan pentingnya kemandirian dalam penyediaan protein hewani, khususnya telur, yang selama ini masih banyak dipasok dari luar daerah.
“Insyaallah dengan adanya program demplot ayam layer dan PDKT, Samarinda bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan telur dan produk ternak lainnya,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga menyaksikan prosesi penandatanganan kesepakatan bersama, menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba, serta menutup acara secara resmi.

