Kupang, Satu Indonesia – Seorang warga Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami luka tembak di bagian bahu akibat insiden penembakan oleh orang tak dikenal di wilayah perbatasan TTU dan negara Timor Leste pada Senin (25/8/2025).
Peristiwa ini diduga terjadi saat warga setempat berupaya mempertahankan batas wilayah negara. Penembakan tersebut diduga dilakukan oleh warga dari Timor Leste.
Desa Inbate sendiri berbatasan langsung dengan Distrik Oecusse, Timor Leste, sehingga rentan terhadap konflik perbatasan.
Dalam keterangannya, Senin (25/8/2025), Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra membenarkan peristiwa itu. Namun ia belum bisa merinci ihwal kejadian tersebut dan belum mendapat identitas korban penembakan.
“Iya benar, memang peristiwa (penembakan) itu ada tapi data detail belum kami terima,” kata Henry.
Saat dikonfirmasi, dia mengatakan Kapolres TTU dan Dandim TTU sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi penembakan.
Sementara itu, Bupati TTU Yoseph Falentinus Delasalle Kebo mengatakan dari laporan yang diterima pihaknya penembakan itu diduga dilakukan pihak kepolisian Timor Leste atau UPF.
“Jadi sehari sebelumnya mereka minta ijin untuk pasang patok perbatasan, oleh kita karena batas patok Desa Inbate ini masih masalah dengan masyarakat ada kurang lebih ada 15 KK, sehingga disarankan oleh kita bahwa patok selain di patok 36. Karena patok 36 kita indonesia lagi menunggu petunjuk dari pemerintah pusat,” ucap Yoseph.
Namun yang terjadi, pada Senin pagi pihak UPF justru memasang patok perbatasan itu di Patok 36 sehingga menimbulkan keributan di kalangan warga Desa Inbate. Dan, saat itulah peristiwa penembakan terjadi.

“Ternyata di lapangan tadi pagi jam 10 itu pihak UPF yang pasang patok itu langsung dari patok 36 sehingga masyarakat ribut, karena ribut, karena panik mereka keluarkan tembakan peringatan sebanyak enam kali,” lanjutnya.
“Dan mungkin karena tembakan peringatan itulah kemudian ada yang kena di salah satu warga kita bernama Paulus,” imbuhnya.
Video yang merekam peristiwa penembakan tersebut diketahui telah beredar luas di media sosial. Dalam rekaman berdurasi 12 detik, tampak seorang pria yang menjadi korban terkena tembakan di bahu kanan. Luka tembak terlihat jelas, disertai tetesan darah yang mengalir.
Dalam video itu, seorang pria menyampaikan bahwa konflik dipicu oleh pergeseran patok perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste, yang diduga bergeser sejauh 200 meter ke dalam wilayah Indonesia. Pergeseran tersebut diduga dilakukan oleh warga Timor Leste.

