Kamis, Juni 4, 2026
No menu items!

Kekerasan Politik Kembali Guncang Kolombia, Capres Tewas Ditembak

Bogota, Satu Indonesia – Seorang calon presiden Kolombia, Miguel Uribe (39) menjadi korban penembakan hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin (11/8/2025).

Uribe ditembak pada dua bulan lalu saat kampanye pemilihan umum. Saat itu senator sayap kanan Kolombia itu sedang berbicara kepada para pendukungnya di bagian barat ibu Kota Bogota, Sabtu (7/6/2025).

Polisi pun berhasil menangkap pelaku yang merupakan pembunuh bayaran berusia belia bernama Penatua Jose Arteaga Hernandez alias El Costenon (15).

Ia melayangkan tembakan sebanyak tiga kali. Akibat kejadian itu, korban mengalami dua luka tembak di kepala dan satu di lutut, dan dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi kritis.

Uribe pun dimakamkan secara kenegaraan di Kongres di Bogota. Jenazah Uribe akan disemayamkan di sana hingga Rabu. Saat hadir di prosesi ini, Istri Uribe, Maria Claudia Tarazona, mengecam tindakan pelaku yang sudah menembaknya.

“Menghancurkan keluarga adalah tindakan kekerasan paling mengerikan yang bisa dilakukan,” ungkap Tarazona, dikutip AFP.

Perempuan itu juga menyampaikan terima kasih kepada tim medis yang sudah merawatnya selama ini dan orang-orang yang memberikan perhatian selama Uribe sakit. Sebelum meninggal, dokter yang merawat Uribe mengatakan bahwa kondisinya memburuk akibat mengalami pendarahan otak.

Uribe diketahui mengumumkan pencalonan diri pada Oktober 2024 lalu. Sebelum jadi kandidat, dia terpilih jadi anggota Dewan Bogota dan jadi tangan kanan wali kota.

Serangan terhadap Uribe telah membuka luka lama di negara yang dilanda kekerasan. Ibunya, tewas saat operasi pembebasan dari kartel kokain Medellin, di bawah Pablo Escobar.

Serangan afiliasi Escobar atau mereka sendiri bukan kali pertama. Empat kandidat presiden dibunuh selama fase kekerasan terburuk pada 1980-an dan 1990-an di Bogota.


TERPOPULER

TERKINI