Jumat, Mei 1, 2026
No menu items!

Jadi Rujukan Pendidikan: Langkah SMA 10 Samarinda Menuju Sekolah Garuda

Samarinda, Satu Indonesia – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiksaintek) Stella Christie bersama jajaran melakukan kunjungan ke SMA 10 Samarinda pada Rabu (18/6/2025).

Hal ini dilakukan guna meninjau langsung kesiapan SMA 10 Samarinda dalam menjadi salah satu dari 12 institusi pendidikan yang akan ditransformasi menjadi Sekolah Garuda pada tahun 2025.

Sebagaimana diketahui, program tersebut merupakan bagian dari Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan ekosistem pendidikan berbasis sains dan teknologi di Indonesia.

Dalam kunjungannya, Stella Christie didampingi oleh Dirjen Saintek Ahmad Najib Burhani serta Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Ardi Findyartini.

Kunjungan di SMA 10 Samarinda ini juga menandai awal dari proses analisis mendalam terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi sekolah.

”Sekolah Garuda itu ada dua skema. Yang pertama adalah Garuda Transformasi, membina sekolah yang sudah ada seperti SMA 10. Kedua, Garuda Baru, yakni pembangunan sekolah dari nol. Keduanya dibentuk dengan semangat membuka akses pendidikan berkualitas untuk seluruh anak bangsa, dari mana pun latar belakangnya,” ujar Stella.

Ia menekankan bahwa potensi talenta hebat –seperti Marie Curie atau Einstein– bisa saja tumbuh dari pelosok Indonesia. Namun tanpa akses yang merata, potensi itu bisa terabaikan.

Karena itu, Sekolah Garuda hadir sebagai strategi membuka jalur-jalur prestasi dan kompetensi di bidang STEM (science, technology, engineering, dan mathematics).

Kunjungan itu juga jadi momen mendalami sistem pengelolaan sekolah, mulai manajemen, kurikulum, hingga jaringan kerja sama yang telah dibangun.

“Hasilnya akan digunakan sebagai referensi utama dalam pengembangan sekolah-sekolah Garuda lainnya,” jelasnya.

Pemilihan Sekolah Garuda transformasi sendiri tidak sembarangan. Pemilihan dengan sangat seksama lebih dari 433 sekolah yang mendaftar, hingga dipilih 12 sekolah. Salah satu poinnya dari keberadaan laboratoriumnya.

“Kami melihat sejauh mana keseriusan sekolah terhadap program ini, dan bisa bekerja sama dengan kami. Sehingga kami bisa membuat sistem yang digunakan untuk sekolah lainnya,” singkatnya.

Terkait isu pemindahan lokasi SMA 10, Stella mengaku telah mengetahui polemik tersebut. Namun, dia menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah, kalau sekolah Garuda baru, baru kewenangannya di pemerintah pusat.

“Kami percaya keputusan yang diambil adalah untuk kebaikan bersama. Apapun keputusannya, pindah atau tidak, agar menjamin belajar-mengajar tidak terganggu,” tegasnya.

Sedangkan untuk SPMB, diakuinya, sekolah Garuda transformasi, dilakukan provinsi dan pemerintah daerah, mengikuti penjadwalan yang dibuat daerah. Namun pemerintah pusat sudah masuk pembinaan siswa kelas 11 dan 12 untuk persiapan mereka mendaftarkan ke perguruan tinggi terbaik, di dalam maupun luar negeri.

Diwawancarai terpisah, Kepala SMA 10 Samarinda Fathur Rachim menerangkan, selama ini terkait pengembangan riset, pihaknya sudah memiliki badan tersendiri.

Yang ujungnya menjadi syarat kelulusan dalam bentuk tugas akhir, juga persyaratan lomba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).

“Kami punya syarat kelulusan, selain tugas akhir, ada pula indeks literasi. Itu merupakan angka kredit selama 3 tahun minimal 150 poin, baru dinyatakan lulus,” tuturnya.

TERPOPULER

TERKINI