Jumat, Mei 1, 2026
No menu items!

Wawali Samarinda Ajak Jaga Kebersihan Sungai Karang Mumus Sebagai Bagian Mitigasi Banjir

Samarinda, Satu Indonesia – Pemerintah Kota Samarinda menyoroti peranan strategis Sungai Karang Mumus dalam upaya intensif penanggulangan banjir.

Pentingnya kebersihan Sungai Karang Mumus disebut-sebut menjadi salah satu langkah preventif dalam pengendalian dan pencegahan bencana tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri di Pangkalan Pungut Sampah SKM, Jalan KH. Abdul Muthalib pada Rabu (14/5/2025).

Ia menyebut, Sungai Karang Mumus yang merupakan anak Sungai Mahakam yang membentang di jantung Kota Samarinda ini, berperan tidak hanya terbatas sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai alur utama untuk mengalirkan air dari berbagai titik di kota.

Sebab itulah menjaga kebersihan Sungai Karang Mumus menjadi sangat penting dalam upaya mempercepat aliran air dari drainase dan parit menuju Sungai Mahakam.

Saefuddin Zuhri juga menekankan bahwa kebersihan sungai sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti folder, drainase, dan pemeliharaan anak-anak sungai. Seluruh sistem ini bermuara ke Sungai Karang Mumus, yang akhirnya terhubung langsung ke Sungai Mahakam.

Tak lupa ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di aliran-aliran air. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi risiko banjir.

Dalam kesempatan yang sama, Wawali Kota Samarinda tersebut juga memberikan apresiasi kepada para aktivis lingkungan yang telah berkontribusi menjaga ekosistem Sungai Karang Mumus.

Salah satunya adalah Misman, seorang penggiat lingkungan asal Samarinda, yang pada tahun 2023 lalu menerima penghargaan Kalpataru untuk kategori Perintis. Selama belasan tahun, Misman secara konsisten menjaga keberlangsungan sungai agar tetap bersih dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Saefuddi Zuhri menegaskan bahwa penanganan banjir akan terus menjadi prioritas Pemkot Samarinda. Kelancaran aliran air dari sistem drainase hingga ke Sungai Mahakam merupakan faktor utama agar genangan dapat segera surut pascahujan.

Terkait banjir yang terjadi pada awal pekan ini, ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang bertepatan dengan periode pasang air Sungai Mahakam. Akibatnya, air hujan yang sudah tertampung di bendungan, folder, dan saluran air tidak dapat langsung dialirkan karena tertahan oleh naiknya permukaan sungai. 

TERPOPULER

TERKINI