Senin, Mei 25, 2026
No menu items!

Tips Penyimpanan Gula dan Garam, Dua Bumbu yang Tak Terpisahkan

Samarinda, Satu Indonesia – Tanpa kita sadari, gula dan garam adalah bagian kecil dari kehidupan yang memiliki dampak besar. Bisa dipastikan hampir setiap rumah pasti memiliki gula dan garam. Dua bahan dapur ini seperti pasangan abadi dalam dunia kuliner—saling melengkapi dan tak tergantikan.

Gula dan garam tidak sekadar pemanis dan penyedap rasa. Keduanya punya peran besar dalam berbagai aspek kehidupan:

  • Penyempurna Masakan
    Hampir semua hidangan, dari yang sederhana hingga mewah, membutuhkan salah satu atau bahkan keduanya. Gula menyeimbangkan rasa asam atau pahit, sedangkan garam menguatkan rasa alami makanan.
    • Pengawet Alami
      Sejak zaman dahulu, garam dan gula digunakan untuk mengawetkan makanan. Garam menjaga ikan atau daging tetap segar, sementara gula menjaga selai dan manisan tetap tahan lama.
    • Penolong dalam Situasi Darurat
      Tidak hanya untuk makanan, garam dan gula juga berguna dalam keadaan tertentu. Misalnya, larutan gula bisa membantu meningkatkan energi saat tubuh lemas, dan larutan garam bisa digunakan untuk berkumur ketika mengalami sakit tenggorokan.
    • Simbol Kehangatan Rumah
      Jika sebuah rumah memiliki gula dan garam, itu artinya rumah tersebut siap menyambut tamu dan keluarga dengan hidangan lezat. Kedua bahan ini adalah simbol ketersediaan dan kehangatan.

    Nah, walaupun terkesan sepele, namun penyimpanan gula dan garam perlu diperhatikan, lho. Karena perubahan bentuk atau penurunan kualitasnya tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Dilansir dari Orami, mari simak cara penyimpanan gula dan garam yang tepat berikut ini:

    Gula

    Gula termasuk salah satu komoditi dengan shelf-life yang panjang. Masalahnya, karena kondisi penyimpanan yang salah, maka gula bisa meleleh dan menggumpal. Gula mudah menggumpal karena bersifat mudah menyerap uap air.

    Oleh karena itu, gula pasir (granulated pasir) yang dipasarkan sebagai branded & packaged product diberi tanggal kedaluwarsa. Gula pasir rata-rata diberi tanggal kadaluarsa selama 2 tahun.

    Bentuk lain, yaitu gula bubuk (confectionary sugar), karena lebih mudah menggumpal, punya masa hidup lebih pendek, yaitu 18 bulan.

    Untuk menyimpan, sebaiknya simpan gula di dalam kemasan kedap udara, kedap cahaya, kering, dan sejuk. Pastikan kemasan tertutup rapat setelah digunakan, sebab gula juga dapat menyerap bau di sekitarnya. Simpan di dalam suhu ruang. Bila disimpan di dalam freezer, kualitasnya bisa tetap terjaga hingga 2 tahun.

    Garam

    Ternyata garam beryodium tidak boleh disimpan sembarangan. Hal ini dikarenakan kadar yodiumnya dapat mudah menguap apabila caranya tidak benar. Yodium dalam garam mudah menguap apabila disimpan di tempat lembab, dekat perapian dan disimpan dalam wadah terbuka.

    Selain itu, kandungan yodium pada garam mudah rusak bila terpapar cahaya. Maka, ada baiknya simpan garam di dalam wadah kering yang kedap cahaya.

    Seringkali kita melihat garam dalam keadaan basah dan menggumpal. Ini dikarenakan sifatnya yang mudah menyerap air di udara. Usahakan wadahnya tertutup rapat setelah digunakan.

    Garam cukup disimpan di dalam suhu ruang yang sejuk, tetapi jauhkan dari kompor dan perapian karena garam bersifat higroskopis, yaitu mudah menyerap air. Lebih baik apabila disimpan dalam stoples/botol kaca, karena ternyata apabila disimpan dalam tempat plastik, dapat mengalami penurunan kadar yodium.

    Periksa label komposisi garam beryodium saat membeli. Hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan yodium dalam garam tersebut yang harus memenuhi syarat SNI yaitu 30-80 mg KIO3/ kg garam (30-80 ppm).

    TERPOPULER

    TERKINI