Selasa, April 21, 2026
No menu items!

Data Sementara Kemen LH, TPA Manggar Balikpapan jadi Contoh Pengelolaan Sampah Terbaik di Indonesia

Balikpapan, Satu Indonesia – Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) akan menjadikan TPA Manggar, Balikpapan, Kaltim untuk menjadi TPA percontohan untuk seluruh Kabupaten/Kota se Indonesia.

Pasalnya saat ini, menurut data sementara penilaian Kemen LH, TPA Manggar merupakan salah satu lokasi pengelolaan sampah terbaik di Indonesia.

Didampingi Asisten II Pemprov Kaltim Ujang Rahmad, Asisten II Pemkot Balikpapan Andi M Yusri dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengunjungi TPA yang terletak di Balikpapan Timur ini.

“Kami sengaja datang ke TPA Manggar karena berdasarkan data sementara, ini pengelolaannya termasuk yang paling bagus di Indonesia. Sehingga saya perlu datang kesini untuk mengunjungi langsung, sebab ini bisa menjadi contoh praktik baik yang dapat dijadikan benchmarking bagi seluruh kabupaten dan kota lain,” ujar Menteri LHK dalam pernyataannya di lokasi, Minggu (13/4/2025).

Ia menuturkan, Pemerintah Pusat telah meminta 343 kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk mempercepat upaya implementasi pengelolaan sampah tersebut.

“Ini suatu instrumen administratif resmi yang harus dilaksankan. Dan jika tidak dilaksanakan maka aka nada sanksi dan ada ancaman pidananya, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,” tegasnya.

Hanif juga menambahkan, Presiden Prabowo sangat memberikan perhatian besar terhadap isu pengelolaan sampah ini. Dimana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, pengelolaan sampah ditargetkan selesai pada tahun 2029.

Untuk tahun 2025 saja, “Target nasional adalah 50 persen sampah harus dikelola. Namun saat ini capaian baru di angka 39 persen, sehingga masih ada jeda besar yang harus kita kejar di tahun ini dan tahun mendatang,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, saat ini pemerintah telah memberikan berbagai instrumen dan dukungan untuk mempercepat capaian tersebut. Beberapa kepala daerah disebut telah menunjukkan komitmen tinggi, seperti melarang total penggunaan plastik sekali pakai dan menetapkan standar minimal volume untuk air kemasan.

“Kami sangat antusias dengan respon positif dari para gubernur, bupati, dan wali kota. Ini menunjukkan semangat bersama dalam membangun peradaban menuju Indonesia Bebas Sampah sebelum 2045,” sambungnya.

Menurut Hanif, selama 3-4 bulan ke depan, pemerintah pusat akan melakukan pemantauan ketat terhadap kinerja pengelolaan sampah di Balikpapan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga diminta memberikan asistensi intensif agar Balikpapan benar-benar dapat menjadi kota percontohan dalam pengelolaan sampah nasional.

“Kita butuh contoh konkret yang bisa diikuti kota lain. Balikpapan kita anggap mampu dan kami akan kawal ketat roadmap-nya agar tuntas dalam waktu dekat,” pungkasnya.

(MH/HL)

TERPOPULER

TERKINI