Selasa, April 21, 2026
No menu items!

Edukasi Kebakaran untuk Warga Tarakan, Pertamina EP Dorong Kesiapsiagaan Berbasis Komunitas

Satu Indonesia, Tarakan – Upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko kebakaran terus diperkuat di Kota Tarakan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kebencanaan yang digelar PT Pertamina EP Tarakan Field pada 14–16 April 2026.

Kegiatan ini menyasar masyarakat di tiga kelurahan sekitar wilayah operasi, yakni Kelurahan Pantai Amal, Kelurahan Kampung I Skip, dan Kelurahan Mamburungan.

Sebanyak 207 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri dari ketua RT, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tokoh masyarakat setempat. Partisipasi ini menunjukkan tingginya antusiasme warga dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan kebakaran.

Program ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mengintegrasikan teori dan praktik langsung di lapangan.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan potensi penyebab kebakaran, seperti korsleting listrik dan kelalaian aktivitas rumah tangga, hingga langkah pengambilan keputusan saat kondisi darurat.

Selain itu, peserta juga dibekali pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta teknik sederhana pemadaman api menggunakan peralatan rumah tangga, seperti karung atau selimut basah.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina EP Tarakan Field dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Tarakan.

Superintendent HSSE Operations Tarakan Field, Ahmad Supriyadi, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam berbagi pengetahuan kepada masyarakat.

“PEP Tarakan selama ini rutin memberikan dukungan kepada Pemadam Kebakaran Tarakan dalam penanggulangan bencana kebakaran bersama tim Fire Brigade PEP Tarakan selaras dengan MoU Perusahaan dengan Pemkot Tarakan. Sebagai anggota masyarakat yang baik, kami pun berkomitmen untuk memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan kepada warga masyarakat yang terdampak musibah bencana dan atau kondisi darurat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan PMK Tarakan, Eko Supriyatnoko, menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan awal kebakaran.

“Sebagai garda terdepan PMK, kami berharap masyarakat memahami bahaya kebakaran. Jika terjadi kebakaran, segera hubungi PMK dan lakukan penanganan mandiri kondisi darurat hingga bantuan datang,” terangnya.

Para lurah di wilayah setempat turut memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Mereka menilai program ini mampu memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun budaya tanggap darurat.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada mitigasi risiko kebakaran, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah perkotaan.

TERPOPULER

TERKINI