Selasa, April 21, 2026
No menu items!

Tinjau Lokasi Gedung MPR di IKN, Ahmad Muzani Soroti Filosofi Desain yang Mencerminkan Keindonesiaan

Satu Indonesia, Nusantara – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai desain Gedung MPR di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mencerminkan filosofi keindonesiaan yang kuat dan utuh.

Hal tersebut disampaikan Muzani saat melakukan kunjungan kerja bersama jajaran pimpinan MPR ke lokasi pembangunan kawasan MPR di IKN, Kalimantan Timur, Senin (20/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Muzani didampingi para Wakil Ketua MPR, yakni Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, Hidayat Nur Wahid, dan Eddy Soeparno.

Rombongan menerima paparan langsung dari pihak Otorita IKN terkait konsep desain dan rencana pembangunan gedung MPR yang akan menjadi pusat kegiatan lembaga legislatif di ibu kota baru.

Muzani menilai kondisi geografis kawasan yang berbukit memberikan nilai estetika sekaligus memperkuat karakter bangunan ke depan.

“Geografis dan kontur lokasinya sangat bagus, diselingi bukit-bukit yang indah, sehingga nantinya gedung MPR akan terlihat megah dan menggambarkan keindonesiaan yang kokoh dan utuh,” ujar Muzani.

Ia berharap keberadaan gedung tersebut dapat memberikan kenyamanan sekaligus semangat baru bagi anggota DPR dan DPD dalam menjalankan tugas kenegaraan.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa desain gedung MPR tidak hanya menonjolkan aspek fisik, tetapi juga sarat makna filosofis.

“Filosofi desain bangunan MPR adalah bahwa dalam mengurus negara harus tegas, lurus, dan berwibawa. Dari gedung inilah akan dihasilkan keputusan-keputusan besar negara,” kata Basuki.

Menanggapi hal tersebut, Muzani menilai filosofi tersebut selaras dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.
“Saya kira itu menggambarkan tentang Indonesia,” ujarnya.

Selain menyoroti desain gedung, Muzani juga mengapresiasi percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan IKN yang dinilai menunjukkan perkembangan signifikan dalam waktu singkat.

Ia mengaku terkesan dengan sejumlah fasilitas yang kini telah berdiri, seperti bandara, Istana Wakil Presiden, hingga tempat ibadah yang mulai dimanfaatkan masyarakat.

“Kami melihat percepatan pembangunan yang luar biasa. Dulu masih banyak yang direncanakan, sekarang sudah berdiri, seperti bandara, Istana Wakil Presiden, hingga masjid yang sudah bisa dinikmati masyarakat,” tuturnya.

Muzani pun optimistis pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif dapat rampung dalam beberapa tahun ke depan.

“Mungkin pada 2028 kita akan menyaksikan gedung legislatif dan yudikatif dengan kemegahan yang sama. Kita tunggu dua tahun ke depan,” kata Muzani.

Dalam kesempatan tersebut, Muzani juga menilai desain gedung MPR yang telah disetujui Presiden merupakan representasi arsitektur ketatanegaraan Indonesia yang berkarakter dan berwibawa.

Kunjungan diakhiri dengan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan serta penandatanganan testimoni oleh Ketua MPR sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan kawasan lembaga negara di IKN.

TERPOPULER

TERKINI