Minggu, April 19, 2026
No menu items!

Insiden Kekerasan Jurnalis oleh Ajudan Kapolri di Semarang Gegara Ngomel Berujung Minta Maaf dan Diselidiki

Jakarta, Satu Indonesia – Kejadian bermula saat Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja dalam rangka meninjau arus balik mudik lebaran IdulFitri 1446 Hijriah di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pada Sabtu (5/4/2025).

Saat itu, terjadi dugaan insiden kekerasan oleh ajudan Kapolri terhadap pewarta foto ANTARA berinisial MZ.

Ia menjelaskan ikhwal mula terjadinya insiden tersebut. Saat itu, ungkap MZ, Kapolri memulai kegiatannya di Stasiun Tawang dengan menyempatkan diri berbincang dengan pemudik difabel dan lansia yang menggunakan kursi roda di peron Stasiun Tawang.

Lalu, Kapolri dijadwalkan akan melakukan inspeksi ke dalam gerbong kereta dan ajudan Kapolri kemudian meminta agar media dan Humas Polri untuk membuka jalan, namun dalam prosesnya oknum ajudan tersebut malah terlibat cekcok dengan anggota Humas Polri.

Dalam keterangan MZ saat dikonfirmasi dari Jakarta pada Minggu (6/4/2025), melihat kondisi tersebut, MZ lantas bergerak menjauh dari posisi awalnya agar tidak terlibat cekcok tersebut.

“Nah, posisi saya di kiri. Saya tahu kalau beliau mau ke kiri kan, makanya saya pindah ke seberang. Nah, waktu sebelum saya pindah ke seberang, si ajudannya ini ngomel-ngomel kalian kalau dari pers tak tempeleng satu-satu gitu,” terang MZ, dilansir dari Antara, Senin (7/4/2025).

Merespon omelan tersebut, MZ malahan kembali ke posisinya semula dan ketika itulah oknum ajudan tersebut melakukan dugaan tindakan kekerasan terhadap MZ.

“Saya dibilang begitu kaget ya, terus saya kembali ke posisi saya. Nah, waktu posisi mau balik itu dia mengeplak kepala saya. Jadi dia mengeplak ya, kalau bahasanya sini itu ngeplak bagian kepala belakang. Nah, setelah itu saya kaget ya. Wah, kenapa mas? Saya bilang begitu lalu orangnya diam, kemudian dia lanjut marah-marah, kemudian lanjut kerja lagi,” terangnya.

Polri akan selidiki insiden kekerasan jurnalis oleh ajudan di Semarang

Dalam keterangannya pada Minggu (6/4/2025), Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa pihaknya akan menyelidiki insiden dugaan kekerasan terhadap jurnalis oleh ajudan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat meninjau arus balik mudik di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Jateng pada Sabtu (5/4/2025).

“Polri akan menyelidiki insiden tersebut, dan apabila ditemukan adanya pelanggaran, tentu kami tidak akan segan untuk menjatuhkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Trunoyudo, di Jakarta,.

“Saat ini kami sedang menanyakan kepada tim yang saat itu ada di lokasi,” tambahnya.

Dia pun mengungkapkan penyesalan bila insiden kekerasan yang dialami sejumlah pewarta ketika melakukan tugas jurnalistik tersebut benar terjadi.

Menurutnya, peristiwa seperti ini sejatinya dapat dihindarikan bila memerhatikan standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan.

“Kami sangat menyesalkan jika memang insiden tersebut benar terjadi, di mana yang seharusnya dihindari. Memang situasi di lapangan cukup ramai, namun seharusnya ada SOP yang mestinya bisa dijalankan tanpa melalui emosi seperti tindakan secara fisik maupun verbal,” ucap Karo Penmas.

Ia pun menegaskan dukungan Polri terhadap insan pers dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistiknya, dan berharap pula insiden serupa tidak terjadi di kemudian hari.

“Sebenarnya, pers merupakan mitra Polri yang harus saling bekerja sama. Kami berharap insiden ini tidak terulang dan kemitraan kami dengan pers akan terus kami jaga dan diperbaiki agar bisa lebih baik lagi dalam melayani masyarakat,” tandasnya.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Resmi Dibuka, Ajang Cetak Generasi Promotor Pariwisata Balikpapan

Satu Indonesia, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Grand Final Pemilihan...