Sabtu, Juni 6, 2026
No menu items!

Momen Natal, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Terima Senjata Api Rakitan Warga Nunukan

Nunukan, Satu Indonesia – Pendekatan persuasif dan pembinaan teritorial Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad secara yang intensif membuahkan hasil.

Pasalnya, terdapat seorang warga perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) menyerahkan senjata api rakitan secara sukarela kepada Pos Tanjung Aru dan Satgas Intel Kodam VI/Mulawarman saat momen perayaan Natal pada Kamis (26/12/2024).

Markus Tandi (48), warga Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik Induk menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis penabur. Keputusan ini merupakan wujud kepercayaan masyarakat terhadap peran Satgas Pamtas dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan.

Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, mengapresiasi langkah Markus Tandi.

“Penyerahan ini adalah bukti nyata keberhasilan pembinaan teritorial berbasis pendekatan humanis. Kami terus berupaya menggandeng masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di perbatasan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Letkol Arm Gde Adhy menjelaskan bahwa selain menjaga kedaulatan negara, Satgas Pamtas juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan edukasi, termasuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya memiliki senjata api ilegal.

Markus Tandi menyampaikan bahwa langkahnya timbul karena adanya rasa percaya terhadap komitmen dan niat baik Satgas Pamtas.

“Saya menyerahkan senjata ini karena yakin bahwa kehadiran Satgas Pamtas sangat membantu kami, terutama dalam menciptakan rasa aman di desa. Saya ingin senjata ini tidak menjadi ancaman bagi siapa pun,” ujarnya.

Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad mengimbau masyarakat lain yang masih menyimpan senjata api ilegal untuk segera menyerahkan secara sukarela. Penyerahan ini tidak hanya mendukung terciptanya kondisi keamanan yang kondusif, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi seluruh masyarakat.

Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Kav Kristiyanto menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis yang diterapkan oleh Satgas Pamtas mampu menciptakan hubungan harmonis antara aparat dan warga, sehingga stabilitas di wilayah Kodam VI/Mulawarman, khususnya wilayah perbatasan, dapat terjaga dengan baik.

(MH/HL)

TERPOPULER

TERKINI