Minggu, Agustus 30, 2026
No menu items!

Raih Predikat Perunggu IKD 2026, Balikpapan Dorong Pembangunan Berbasis Keinsinyuran

Balikpapan, Satu Indonesia — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur, meraih predikat Perunggu dalam ajang Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) 2026 kategori pemerintah kota.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam penganugerahan IKD 2026 yang berlangsung di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Sabtu (29/8/2026) malam.

Balikpapan menjadi salah satu dari 327 pemerintah daerah yang mengikuti asesmen IKD 2026 dari total 546 pemerintah daerah di Indonesia.

Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengatakan penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi bagi Pemkot Balikpapan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

“Capaian ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan melalui perencanaan yang baik, keahlian profesional, penerapan teknologi, standar teknis, serta pembangunan yang aman dan berkelanjutan,” kata Rahmad Mas’ud.

Menurut Rahmad Mas’ud, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian proyek secara fisik. Setiap pembangunan harus melalui perencanaan matang dengan mempertimbangkan aspek teknis, keamanan, manfaat bagi masyarakat, dan keberlanjutan.

Hal tersebut dinilai penting seiring kebutuhan pembangunan Balikpapan yang terus berkembang. Pertumbuhan kawasan permukiman, pembangunan infrastruktur, penataan ruang, penyediaan utilitas dasar, hingga pembangunan fasilitas publik membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang didukung tenaga profesional berkompeten.

Dalam konteks tersebut, penerapan praktik keinsinyuran menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar. Keputusan teknis yang tepat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan diharapkan mampu menekan risiko, meningkatkan efisiensi, serta memastikan infrastruktur memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Perkuat Kompetensi Aparatur

Rahmad Mas’ud juga menekankan pentingnya penguatan kualitas aparatur pemerintah dan tenaga profesional yang terlibat dalam pembangunan daerah.

Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kata dia, perlu berjalan seiring dengan penerapan standar teknis dan prinsip keselamatan.

“Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan pembangunan yang nyata manfaatnya bagi masyarakat dan membawa Balikpapan semakin maju dan nyaman,” ujarnya.

Indeks Keinsinyuran Daerah merupakan instrumen yang dikembangkan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bersama Kementerian Dalam Negeri untuk mengukur penerapan praktik keinsinyuran dalam penyelenggaraan pembangunan di daerah.

Pada asesmen perdana IKD 2026, sebanyak 327 pemerintah daerah mengikuti penilaian dari total 546 pemerintah daerah di Indonesia. Balikpapan menjadi salah satu pemerintah kota yang mendapatkan penghargaan dalam asesmen tersebut.

Bagi Pemkot Balikpapan, capaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai penghargaan administratif. Predikat Perunggu menjadi dorongan untuk membangun budaya kerja yang semakin mengedepankan keahlian profesional, standar teknis, inovasi, serta keselamatan.

Sebab, keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari jumlah proyek yang dikerjakan atau besarnya anggaran yang direalisasikan. Pembangunan juga harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memperkuat praktik keinsinyuran, Pemkot Balikpapan berharap setiap pembangunan dapat dirancang secara lebih terukur dan mampu menjawab kebutuhan kota yang semakin kompleks.

Capaian IKD 2026 menjadi momentum bagi Balikpapan untuk terus memperbaiki kualitas pembangunan, sehingga pertumbuhan kota dapat berjalan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan.

TERPOPULER

TERKINI

Kabut Asap Karhutla Mulai Terlihat di Balikpapan, Dua Penerbangan Sempat Dialihkan

Balikpapan, Satu Indonesia — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan. Meski demikian, kondisi...