Samarinda, Satu Indonesia – Perbaikan Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Timur diklaim bukan sekadar renovasi tempat tinggal, namun pemeliharaan aset daerah agar tetap berfungsi optimal dan terawat.
“25 miliar itu untuk kegiatan pemeliharaan 2024 dan 2025,” ungkap Sekda Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni dalam podcast yang diselenggarakan Diskominfo Kaltim, di Samarinda, Selasa (13/4/2026).
Dimana pemerintahan yang sebelumnya, terang Sri, tidak menempati rumah dinas gubernur.
“Kondisinya 5 tahun tidak ditempati tentu berbeda,” tambahnya.
Lebih lanjut dibeberkannya, terdapat lantai yang bocor, toilet yang mampet, AC yang tidak menyala, tempat tidur yang sudah usang hingga sofa yang sobek.
Menurut Sri, fungsinya rumah jabatan ini bukan hanya sebagai tempat tinggal.
“Tapi juga sebagai tempat untuk menerima tamu, untuk berkegiatan,” jelasnya.
Sri menilai, rumah jabatan ini sifatnya guesthouse, ada tamu Pemprov yang yang datang dan bahkan ada yang pernah stay disana.
Redaksi

