Selasa, Januari 20, 2026
No menu items!

Gubernur Kaltim Resmikan Jalan Tering–Ujoh Bilang, Kubar–Mahulu Kini Terhubung

Kutai Barat, Satu Indonesia – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meresmikan Ruas Jalan Tering–Ujoh Bilang Segmen I, II, III, dan IV, pada Selasa (06/01/2026).

Momen peresmian ini menjadi penanda terbukanya konektivitas darat antara Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Kutai Barat, sekaligus menandai komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang merata hingga wilayah pedalaman.

Gubernur menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut diharapkan memberi manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Mahakam Ulu dan Kutai Barat.

Menurutnya, kehadiran jalan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan akses transportasi yang layak dan terjangkau.

Ruas Jalan Tering–Ujoh Bilang yang diresmikan memiliki panjang efektif 28,325km dengan panjang efisien 19,280km, mencakup empat segmen utama. Jalan ini menjadi penghubung strategis antarwilayah yang selama puluhan tahun bergantung pada transportasi sungai sebagai jalur utama mobilitas.

“Pembangunan ini adalah bukti komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menghadirkan infrastruktur yang berkeadilan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pedalaman. Konektivitas antara Kutai Barat dan Mahakam Ulu kini semakin terbuka,” tegas Gubernur.

Dengan berfungsinya jalur darat tersebut, mobilitas masyarakat dipastikan semakin lancar. Waktu tempuh menjadi lebih singkat, biaya transportasi dapat ditekan, serta distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan potensi sumber daya lokal dapat berjalan lebih efisien. Kondisi ini diharapkan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan sekitar.

Selama ini, warga Mahakam Ulu harus menghadapi perjuangan berat dalam bepergian maupun mendatangkan kebutuhan pokok. Ketergantungan pada transportasi sungai seperti speedboat dan kapal kayu menyebabkan biaya angkut melambung tinggi dan sangat bergantung pada kondisi alam.

Kehadiran jalur darat kini memangkas waktu tempuh sekaligus biaya logistik secara signifikan, serta memungkinkan distribusi barang berjalan lebih lancar tanpa hambatan cuaca dan kondisi sungai.

“Tersambungnya Mahakam Ulu dan Kutai Barat bukan sekadar soal aspal dan jembatan, tetapi tentang keadilan sosial dan pemerataan ekonomi. Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, masyarakat Mahakam Ulu kini benar-benar merasakan terhubung dengan dunia luar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jalur sungai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa terwujudnya jalur darat Mahulu–Kubar akan membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan memperluas akses masyarakat menuju Samarinda, Balikpapan, hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Terbukanya akses ini dinilai sebagai kado berharga bagi masyarakat Mahakam Ulu, karena tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.

Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa tantangan ke depan adalah menjaga agar jalur darat ini tetap fungsional sepanjang tahun. Medan yang ekstrem menuntut pemeliharaan jalan secara berkala agar konektivitas tidak kembali terputus akibat longsor atau kerusakan. 

Ia juga memastikan bahwa setelah seluruh pekerjaan rampung, pemerintah akan memasang Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) yang memadai agar ruas jalan tersebut aman dan nyaman dilalui pada malam hari.

Peresmian jalan ini turut dihadiri Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua TP PKK Kaltim Sarifah Suraidah, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin beserta istri Maria Christina Mozes, Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani beserta istri, serta jajaran Forkopimda dari kedua kabupaten.

TERPOPULER

TERKINI

Detik-Detik Evakuasi Dramatis Tiga Pemancing Terjebak di Sungai Cipamingkis

https://youtube.com/shorts/I4WGGTn1n3c?si=RwQsQTQN-BHxswrUBogor, Satu Indonesia – Tiga pemancing terjebak di Sungai Cipamingkis, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/01/2026) setelah arus mendadak deras. Mereka tak bisa kembali...