Senin, April 20, 2026
No menu items!

Wali Kota Samarinda Resmikan Taman Para’an, Ruang Publik Berketahanan Iklim

Samarinda, Satu Indonesia – Kota Tepian, Samarinda akhirnya memiliki sebuah Ruang Publik Berketahanan Iklim yang ditenagai oleh panel surya.

Pada Senin (19/5/2025), Wali Kota Samarinda Andi Harun melakukan launching Ruang Publik Berketahanan Iklim tersebut di area dekat Jembatan Nibung Baru dan Pasar Segiri, Samarinda.

Dinamai Taman Para’an, ruang publik ini memiliki kelebihan dimana masyarakat menjadi perancang utama sekaligus calon pengelola.

Nama “Para’an” berasal dari Bahasa Kutai yang berarti ‘Dekat’. Dipilih sebagai simbol kedekatan, baik secara geografis maupun emosional dengan warga. Taman ini diharapkan menjadi perpanjangan teras rumah yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari warga Samarinda.

Kini, area lokasi ini secara resmi sebagai Ruang Publik Berketahanan Iklim, setelah pada tahun lalu, tepatnya di tanggal 2 Mei 2024 pernah dilakukan groundbreaking.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, jika taman ini bisa menjadi pilot project bagi daerah lain, karena keberadaannya dirancang bersama warga. 

“Bahkan bentuknya pun bukan ditentukan pemerintah, CeCUR, atau mitra, melainkan masyarakat,” tuturnya.

Menurut dia, Taman Para’an bukan hanya sekadar proyek pembangunan ruang terbuka, tapi juga bentuk nyata dari partisipasi publik yang menyeluruh sejak tahap awal.

Mengingat jelas dia, proses perencanaan Taman ini digagas secara partisipatif oleh masyarakat setempat, dengan dukungan dari CeCUR (Center for Climate Urban Resilience) dan tim akademisi dari Queensland University of Technology (QUT). 

Warga pun diberi ruang untuk menentukan desain fisik, fungsi ruang, serta prioritas yang dibutuhkan.

“Masyarakat menentukan sendiri desainnya. Jadi ruang publik ini bukan turun dari atas, tapi lahir dari bawah. Inilah contoh ruang publik berbasis aspirasi warga,” kata Wali Kota.

Perlu diketahui, Taman Para’an ini tidak menggunakan pasokan listrik dari PLN. Seluruh sistem pencahayaan dan fasilitasnya ditenagai oleh panel surya berkapasitas 5.000 watt dan turbine angin skala kecil yang dirancang khusus untuk kondisi perkotaan.

Tak hanya ramah lingkungan, Taman Paraan juga dirancang sebagai ruang hidup warga. Masyarakat bisa menjadikan taman ini sebagai tempat berjualan, belajar, berolahraga, dan bersosialisasi.

TERPOPULER

TERKINI

Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Resmi Dibuka, Ajang Cetak Generasi Promotor Pariwisata Balikpapan

Satu Indonesia, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Grand Final Pemilihan...