Samarinda, Satu Indonesia – Anggaran dana sebesar Rp 2,5 miliar disebut-sebut tengah dipersiapkan oleh pihak Pemkot Samarinda guna penanganan longsor di Jalan Kuburan Cina.
Akses Jalan Kuburan Cina sendiri merupakan sebutan populer untuk Jalan Merdeka Timur menuju simpang Jalan Damai, Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda.
Sebagaimana diketahui bencana longsor tersebut telah berlangsung sejak akhir tahun lalu dan mengganggu aktivitas warga.
Dalam keterangannya, Senin (28/4/2025), Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Budy Santoso menjelaskan saat ini proyek penanganan longsor tersebut sedang dalam tahap persiapan lelang.
“Mekanisme pekerjaan yang akan dilakukan adalah pemangkasan gunung atau cut and fill pada sisi kiri tebing untuk mencegah longsor susulan,” ujarnya.
Budy menjelaskan pekerjaan akan fokus pada pemangkasan atau penggalian tebing di sisi Kuburan Cina yang selama ini menjadi titik longsor.
Tinggi tebing saat ini mencapai sekitar 86 meter di puncak, dan akan dipangkas secara bertahap dengan kemiringan yang semakin landai ke bawah.
“Nanti akan dibuat berterap-terap,” singkatnya.
Proyek itu diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan sejak tanggal kontrak. Sehingga kemungkinan selesai pada akhir tahun ini.
Budy berharap masyarakat bisa memahami kondisi itu karena penanganan yang dilakukan bersifat permanen dan diharapkan tidak akan terjadi longsor lagi di area tersebut.
“Kami berupaya semaksimal mungkin akan longsor bisa ditangani,” ungkapnya.
Sementara itu, bagi warga yang ingin melintas di kawasan tersebut, diimbau untuk menggunakan jalan alternatif selama proses pengerjaan berlangsung.
“Kami akan berupaya agar penanganan ini segera terlaksana demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Jalan Kuburan Cina tersebut sejak tahun lalu sudah ditingkatkan pemkot akibat adanya patahan. Namun pada akhir tahun jalan baru yang dibuat terkena longsor, sehingga akses yang menghubungkan Jalan Damai menuju Jalan Merdeka putus.

