Samarinda, Satu Indonesia – Proses pencarian seorang wanita yang diduga melompat dari jembatan Arif Rahman Hakim, Samarinda, belum juga membuahkan hasil.
Semenjak dikabarkan melompat dari Jembatan Arif Rahman Hakim dan tenggelam di Sungai Karang Mumus pada Senin (31/3/2025) dini hari lalu, keberadaan wanita tersebut belum juga diketahui.
Dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025), Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Balikpapan Endrow Sasmita mengatakan bahwa pihaknya masih melanjutkan pencarian pada hari ini yaitu hari kelima.
“Hari ini kami melanjutkan pencarian hari kelima terhadap seorang perempuan yang diduga terjun dari Jembatan Sei Damai, Sungai Karang Mumus Samarinda,” ujarnya, dikutip Sabtu (5/4/2025).
Dalam pencarian hari kelima ini tim dibagi menjadi tiga regu yakni Regu 1 melakukan pencarian mulai dari sekitar lokasi jatuhnya korban hingga ke arah hilir sampai muara sungai, perbatasan antara Sungai Karang Mumus dan Sungai Mahakam.
Kemudian Regu 2 melakukan penyisiran dari lokasi kejadian ke arah hilir sejauh 10 kilometer (km) dan visual udara menggunakan drone thermal, sedangkan Regu 3 melakukan penyisiran dari lokasi kejadian menuju arah hulu sampai dengan Jembatan Pasar Segiri.
Endrow melanjutkan sebelumnya pada Senin 31 Maret dini hari sekira pukul 03.00 Wita seorang saksi mata di lokasi kejadian melihat korban timbul tenggelam dan teriak minta tolong hingga akhirnya korban tidak terlihat lagi, sehingga saksi mata pun mengabarkan hal itu kepada warga setempat.
Kemudian Kantor SAR Balikpapan menerima informasi pada Selasa (1/4/2025) pukul 07.05 Wita, selanjutnya pada pukul 07.20 Wita satu tim diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
”Sejak menerima informasi, kami terus melakukan pencarian hingga hari ini. Kalau kemarin tim melaksanakan penyisiran sejauh 8 km ke arah hilir menggunakan perahu karet, dibantu visual udara menggunakan drone thermal sampai pukul 18.00 Wita, hari ini tetap kami lakukan pencarian,” katanya.
Selain SAR, tim dari berbagai unsur yang melakukan pencarian terhadap korban antara lain dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Polres Samarinda, Polairud, relawan, dan warga setempat.
Diketahui korban ialah wanita muda berinisial DF (25), diduga melompat dengan meninggalkan barang berupa sepasang sandal jepit berwarna kuning putih di atas jembatan Arif Rahman Hakim. Barang tersebut telah dilaporkan ke pihak terkait sebagai bukti pendukung.
Meski tak ada saksi mata yang melihat secara langsung korban melompat, beberapa warga mengaku mendengar teriakan minta tolong dari arah Sungai Karang Mumus. Keterangan ini semakin menguatkan dugaan bahwa seseorang telah jatuh ke sungai pada dini hari tanggal (31/3/2025) tersebut.
Rekaman CCTV di sekitar jembatan menunjukkan sosok seorang perempuan yang diduga kuat adalah DF. Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, ia terlihat berjalan menuju arah jembatan sambil mengenakan gamis berwarna army. Wajahnya sengaja ditutup dengan tangan kanannya.

Sayangnya, kamera pengawas tidak merekam detik-detik perempuan itu naik ke jembatan atau melompat, sehingga kebenaran insiden ini masih belum sepenuhnya terkonfirmasi.

