Kamis, Juni 4, 2026
No menu items!

Ramai Beredar Pelajar Papua Tolak Makan Bergizi Gratis, Mendikdasmen Buka Suara!

Jakarta, Satu Indonesia – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti buka suara merespons pelajar dari Papua yang menolak program Presiden Prabowo yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Saat ditemui seusai Sarasehan Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta pada Selasa (5/2/2025), Ia menjelaskan bahwa program MBG untuk mendukung kesehatan jasmani untuk modal belajar, sehingga memungkinkan anak-anak Indonesia dapat belajar lebih baik.

“Karena keterpenuhan gizi memiliki korelasi yang sangat tinggi dengan stamina yang prima, dan stamina yang prima itu sangat mendukung semangat juga energi para murid untuk senantiasa belajar dan bersemangat dalam menuntut ilmu,” kata Mendikdasmen, dilansir dari Antara (5/2/2025).

Program MBG, lanjut Mu’ti menegaskan juga mendukung penguatan pendidikan sejak dini, mengingat sasaran program tersebut yakni siswa SD-SMA, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

“Karena program seperti ini sangat penting, apalagi jika dikatakan dengan bagaimana kita bisa memperkuat pendidikan itu sejak pendidikan tingkat dasar, yang kami mulai canangkan sebagai salah satu program prioritas yaitu wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak,” ujar dia.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat memberikan keterangan pers usai acara Sarasehan NU di Jakarta pada Selasa (4/2/2025) | Antara/Lintang Budiyanti Prameswari.

Menurutnya, Pemerintah tentu akan mengevaluasi program MBG dan terus mendengarkan masukan dari masyarakat, termasuk salah satunya kasus yang terjadi di Papua.

“Program ini nanti kan masih terus akan dievaluasi, dan juga akan terus disempurnakan, sehingga berbagai kasus yang terjadi di lapangan tentu akan menjadi masukan untuk penyempurnaan program MBG ini pada masa yang akan datang,” tambahnya.

Dirinya menekankan, prinsip di Kementeriannya akan terus mendukung sepenuhnya program Makan Bergizi Gratis.

“Dan berbagai evaluasi yang terjadi di lapangan, juga akan kami berikan masukan-masukannya untuk perbaikan program MBG ini pada masa yang akan datang,” tuturnya.

Sebelumnya, diketahui terdapat ratusan pelajar tingkat SD-SMA yang melakukan aksi demonstrasi di Yahukimo, Papua Pegunungan karena menolak program MBG, dengan alasan lebih memilih program-program pendidikan.

Hal tersebut ramai diberitakan baik di media massa maupun media sosial.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI