Samarinda, Satu Indonesia – Graphic designer (desainer grafis) merupakan sebuah pekerjaan menciptakan ilustrasi, tipografi, fotografi, atau graphic motion baik untuk penerbit maupun media cetak dan elektronik.
Graphic designer tidak hanya bisa berkarier di media, tapi bisa juga di berbagai industri terutama industri jasa (telekomunikasi, periklanan, fotografi, pendidikan, konstruksi, teknologi informasi) maupun industri manufaktur (tekstil, garmen, mode, otomotif, elektronik).
Di era digital saat ini, visual menjadi elemen penting dalam menarik perhatian pelanggan. Sebuah bisnis tidak hanya membutuhkan produk atau layanan yang berkualitas, tetapi juga tampilan yang menarik dan mampu menyampaikan pesan dengan efektif.
Inilah mengapa peran desainer grafis dan ilustrator sangat penting dalam membangun identitas sebuah usaha. Namun, apresiasi terhadap profesi ini dinilai masih tergolong minim.
Dilansir dari RRI.co.id pada Rabu (5/2/2025), Achmad Reza, seorang freelancer di bidang ilustrator dan desainer grafis, menilai bahwa di kota Samarinda masih banyak masyarakat yang menganggap harga jasa ilustrasi terlalu mahal.
Ia menyatakan bahwa tidak banyak yang memahami bahwa di balik setiap karya ada proses panjang yang membutuhkan kreativitas, waktu, dan keahlian mendalam.
“Jujur saja kalau kita bicara tentang ilustrasi, terkadang klien kita masih mengira jasa kita itu sangat mahal, kayak ‘ih kok begitu saja mahal banget sih?’, kebanyakan orang masih belum terlalu welcome dengan hal – hal seperti itu.” Ungkapnya saat menjadi narasumber program siaran RRI baru-baru ini.
Pemuda yang pernah menjadi Duta Anti Narkoba tahun 2022 itu juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam profesi ini bukan hanya soal kreativitas, tetapi juga edukasi kepada masyarakat tentang nilai sebuah desain.
Menurutnya, ilustrasi bukan sekadar menggambar, melainkan sebuah proses yang melibatkan banyak aspek, termasuk riset, konsep, dan design thinking.
“Sebagai ilustrator atau pembuat desain logo, kami menjual waktu kami untuk sebuah karya, karena beberapa project itu bisa menghabiskan waktu sampai seminggu, sebulan bahkan tiga bulan. Kalau misalnya kita dihargai dengan tidak sepantasnya itu rugi di kita, karena sudah menghabiskan waktu, effort bahkan design thinking kita itu nyala terus”, tambah Reza.
Proses kreatif ini sejatinya membutuhkan ketelitian dan kesabaran, terlebih jika ada revisi dari klien. Sayangnya, masih banyak yang menganggap bahwa membuat ilustrasi bisa dilakukan dengan cepat dan murah. Kurangnya pemahaman tentang industri kreatif ini membuat banyak ilustrator merasa kurang dihargai, terutama dari segi tarif.
Kedepannya ia berharap semakin banyak orang yang menghargai karya para illustrator atau graphic designer, baik dari segi apresiasi maupun tarif yang layak, terutama di kota Samarinda ini.
Memilih karir sebagai desainer grafis tentunya masih memiliki tantangan besar. Namun tidak ada salahnya dicoba untuk mengembangkan potensi diri, terutama jika kita memiliki passion dalam bidang seni visual.
Dikutip dari Binus University, berikut fakta-fakta menarik mengenai karir dalam Desain Grafis:
Desainer grafis berperan penting dalam pemasaran
Segala produk dan layanan yang kita pilih membutuhkan seseorang untuk menghasilkan materi pemasaran visual, dari desain label pada kemasan hingga papan iklan yang mengiklankan berbagai macam perusahaan. Disinilah desainer grafis berperan melalui karyanya mengembangkan visual untuk mempromosikan suatu perusahaan. Konten visual di pemasaran sebuah produk atau jasa sangat lah penting sehingga 52% di pasar modern ini mengunakan desain grafis untuk menjadi strategi pasar mereka.
Desain grafis menghadirkan peluang untuk wirausaha
Jika kamu merupakan tipe orang yang suka bekerja untuk diri sendiri, maka desain grafis bisa menjadi pilihan yang baik. Begitu banyak perusahaan web dan periklanan yang mengandalkan pekerja lepas dan kontraktor, sehingga kita dapat mencari nafkah hanya dengan menggunakan laptop dan aplikasi editor saja.
Permintaan akan desain grafis akan mengalami peningkatan setiap tahunnya
Menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja AS, ada 261.600 desainer grafis di seluruh negeri pada tahun 2014. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 265.000 pada tahun 2024. Begitupun dengan tahun-tahun berikutnya, permintaan akan desainer grafis akan terus bertambah. Hal ini tentunya berpengaruh besar pada profesi dan karir desainer grafis nantinya.
Banyak lowongan untuk seorang graphic designer
Di zaman pasar modern dimana periklanan di dunia maya sangatlah penting, seorang graphic designer akan dibutuhkan untuk sebuah brand mempromosikan produk atau jasanya yang biasanya melibatkan pembuatan desain website, packaging, banner, flyer, logo, konten media sosial, dan lainnya sehingga lowongan untuk seorang graphic designer sangat lah luas.
Berkarir sebagai desainer grafis tidak membutuhkan gelar sarjana
Desain grafis umumnya dianggap membutuhkan gelar sarjana. Tetapi dalam beberapa kasus, portfolio dan demonstrasi bahwa berketrampilan cukup, sudah dapat menunjukan kredibilitas seorang desainer.

