satuindonesia.co.id, Aceh – Akibat tindakan wasit yang dinilai tidak professional dalam memimpin pertandingan babak delapan besar antara Sulawesi Tengah dan Aceh, Tim sepak bola Putra Sulawesi akhirnya memutuskan untuk Walk Out dari pertandingan setelah dilakukannya perpanjangan waktu dengan hasil akhir imbang 1-1 dibabak kedua.
Ketua Kontingen Sulawesi Tengah Brigjen TNI Dody Triwinarto pada Minggu (15/09/2024) dini hari mengatakan pertandingan kali ini sangat menguras emosi, khususnya pemain. Keputusan wasit yang bertugas memimpin jalannya pertandingan dinilai tidak professional lantaran berbagai keputusan yang diberikan sangat merugikan Tim Sulawesi Tengah.
“Untuk pertandingan malam ini, Tim Sulteng akan mengajukan protes pada wasit karena tidak professional selama memimpin jalannya pertandingan malam ini,” tegas Dody.
Tim Sulawesi Tengah mendapat 3 kartu merah yang menyebabkan pemain Sulawesi Tengah hanya tersisa 8 orang. Sehingga, opsi Walk Out dipilih Tim Sulteng.
Dody yang saat ini berada di Medan Sumatera Utara dijadwalkan akan menuju Aceh pada Minggu (15/09/2024) untuk memberi motivasi bagi seluruh atlet sepak bola Sulawesi Tengah.
“Saya optimis teman-teman atlet kita tetap kuat karena mereka memiliki mental petarung. Dan bagi saya mereka sudah memberikan yang terbaik,” tukas Dodi.
Sementara ittu, Ketua Asprov Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sulawesi Tengah (Sulteng) Hadianto Rasyid meluapkan kekecewaannya atas kepemimpinan wasit tersebut.
“Saya yakin hampir semua masyarakat Sulteng menyaksikan pertandingan sepak bola antara kesebelasan Sulteng melawan Aceh. Kita bisa saksikan bagaimana pertandingan ini begitu bobrok, dan bagaimana kepemimpinan wasit betul-betul mendzalimi pemain Sulteng,” kata Hadianto Rasyid di Palu, Minggu (15/9/2024).
Ia menekankan bahwa pertandingan tersebut merupakan sebuah laga yang memalukan, karena tindakan yang dinilai tidak profesional dari wasit yang memimpin pertandingan.
Untuk itu, pihaknya telah menghubungi pihak PSSI untuk mengajukan dan akan melayangkan surat keberatan kepada PSSI atas ketidakadilan wasit dalam memimpin jalannya laga kali ini.
Menurutnya, siapa pun yang memiliki harga diri, akan menilai bahwa pertandingan malam ini merupakan pertandingan memalukan dan bobrok.
“Dengan kepemimpinan yang benar-benar tidak adil, kepemimpinan yang betul-betul bobrok, menunjukkan bagaimana model persepakbolaan kita yang sangat parah dengan apa yang disaksikan malam ini,” tambahnya.
Andaikan terdapat keinginan untuk memberikan emas kepada siapa, katanya, berikan saja emasnya.
“Tidak perlu lagi mengadakan pertandingan berikutnya karena pertandingan berikutnya sudah tidak memiliki nilai, sudah tidak memiliki harga diri,” sambung dia.
Namun, dirinya menyatakan rasa bangga kepada tim sepak bola Sulteng yang telah berjuang dan menampilkan permainan terbaik pada ajang PON 2024.
Pertandingan berlangsung keras dari babak pertama
Sulawesi Tengah sempat unggul 1-0 di babak pertama berkat Wahyu Alan di babak pertama atau menit ke-24. Lewat skema serangan balik, Wahyu Alan melepaskan tendangan keras yang gagal dibendung oleh kiper setelah lolos dari perangkap offside.
Aceh mencoba bangkit. Lalu, pada menit ke-33, Aceh mendapat peluang untuk mengejar ketertinggalan lewat tendangan bebas. Sayang tendangan Resi Wahyudi di pinggir kotak penalti gagal membuahkan gol karena berhasil ditepis kiper Sulteng Rexy sebelum dibuang keluar.
Sejak awal pertandingan berlangsung dengan keras hingga pada menit ke-38 pertandingan dihentikan setelah terjadi perselisihan antara pelatih Sulsel dengan staf pelatih Aceh di pinggir lapangan yang memicu emosi suporter tuan rumah. Suporter Aceh melempar botol-botol minuman ke lapangan.
Pertandingan dilanjutkan. Wasit memberikan memberikan tambahan waktu tujuh menit sebelum babak pertama berakhir dengan skor masih bertahan 1-0 untuk keunggulan Sulteng.
Pada babak kedua, Aceh berusaha makin keras untuk mengejar ketertinggalan. Tendangan bebas Tifatul Ulfi di sisi kiri mengarah langsung ke gawang, tetapi Rexy melakukan penyelamatan bagus untuk mengamankan gawangnya.
Aceh terus menggempur pertahanan Sulteng, tetapi upaya tim tuan rumah belum berhasil membobol gawang lawan
Pada menit ke-74, Sulteng harus bermain dengan 10 pemain setelah wasit mengusir Wahyu Alman karena pemain bernomor punggung 25 itu mengangkat kaki terlalu tinggi saat mencoba membuang bola kartu kuning dan hampir mengenai kepala pemain Aceh.
Permainan Sulteng makin keras sehingga wasit mengeluarkan banyak kartu kuning dan berujung dua kartu merah lagi. Saat wasit memberikan kartu merah yang kedua untuk Sulteng yaitu pada menit ke-85 terhadap Moh Akbar terjadi sejumlah protes. Bahkan sempat terjadi perselisihan selama beberapa menit sebelum wasit memberikan tambahan waktu 13 menit.
Puncaknya kontroversi dalam pertandingan ini terjadi pada menit ke-97 kala wasit memberikan hadiah penalti untuk tuan rumah Aceh. Tidak terima dengan keputusan itu, pemain Sulteng bernomor punggung 15 Rizki Saputra memukul wasit di bagian kepala hingga terjatuh dan pingsan.
Wasit dibawa keluar dari lapangan menggunakan mobil ambulan. Peristiwa tersebut membakar emosi pendukung tuan rumah dan melemparkan botol ke lapangan. Kericuhan pun sempat terjadi, dan pada akhirnya pertandingan terhenti untuk sementara.
Setelah beberapa menit, pertandingan kembali dilanjutkan. Rizki Saputra mendapatkan kartu merah dari wasit yang menjadi kartu merah ketiga untuk Sulteng. Aceh melakukan eksekusi penalti, tetapi Rexy masih bisa melakukan penyelamatan. Laga masih dalam keadaan skor 0-1.
Namun, beberapa saat kemudian, Aceh kembali mendapatkan hadiah penalti. Wasit memberikan hadiah penalti usai pemain Sulteng dianggap melakukan handsball. Akmal Juanda mengambil penalti pun sukses melakukan tugasnya, dan skor menjadi imbang 1-1.
Setelah peluit panjang dibunyikan wasit, laga seharusnya dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Namun, tim Sulteng memutuskan untuk mengundurkan diri alias WO yang membuat Aceh yang dipastikan lolos ke semifinal, sementara Sulteng harus terhenti langkahnya di babak 8 besar.
Di semifinal, Aceh akan menghadapi Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (16/9/2024).
Redaksi

