Minggu, November 1, 2026
No menu items!

Resmi Dibuka, 37 Provinsi Ikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang

Semarang, Satu Indonesia – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI secara resmi dibuka di Arena Utama MTQ, Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang pada Jum’at (12/9/2036) malam.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Pratikno saat membuka secara resmi Pembukaan MTQ Nasional XXXI yang ditandai prosesi dengan pemukulan bedug di Arena Utama MTQ, Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Jum’at (12/9/2036) malam | Satu Indonesia/Kemen

Mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Pratikno membuka secara resmi Pembukaan MTQ Nasional XXXI yang ditandai prosesi dengan pemukulan bedug.

Pratikno menyampaikan permohonan maaf Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, karena tidak dapat hadir secara langsung dalam pembukaan MTQ Nasional XXXI.

“Bapak Presiden menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, karena tidak bisa hadir secara langsung. Hal ini dikarenakan bersamaan dengan tugas kenegaraan, menghadiri pertemuan para kepala negara di India,” ujar Pratikno.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah dari 37 provinsi yang hadir dan berpartisipasi dalam MTQ Nasional XXXI. Menurutnya, perbedaan latar belakang budaya, suku, dan tradisi tidak boleh menjadi penghalang untuk memperkuat persaudaraan.

“Bapak dan Ibu hadir membawa nama daerah masing-masing dalam satu rumah, yaitu Indonesia. Perbedaan gaya dan tradisi membaca Al-Qur’an adalah kekayaan bangsa dalam semangat persaudaraan untuk saling mengenal dan membantu,” pesannya.

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menyampaikan kebijakan baru penyelenggaraan musabaqah Al-Qur’an. Mulai tahun depan, MTQ Nasional akan digelar setiap tahun. Sementara itu, Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ditiadakan dan digantikan dengan pelaksanaan MTQ.

Menurut Nasaruddin, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan festival Al-Qur’an terbesar yang juga dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Dibandingkan dengan MTQ Internasional, MTQ Nasional jumlah pesertanya jauh lebih banyak. Demikian juga dengan jumlah cabang, golongan, dan kategori yang juga jauh lebih banyak,” ujarnya.

Ia menegaskan, nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Agama serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) yang telah memberikan kepercayaan kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI.

Ia mengatakan, Jawa Tengah kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Nasional setelah penantian selama 47 tahun. Provinsi tersebut terakhir menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 1979.

“Saya merasa bersyukur menjadi salah satu saksi terselenggaranya MTQ Tingkat Nasional ke-31,” ujar Gubernur Jateng.

MTQ Nasional XXXI diikuti 37 provinsi dari seluruh Indonesia dengan total 2.242 peserta. Perhelatan ini mempertandingkan delapan cabang lomba, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah.Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI turut diawasi tujuh pengawas dan melibatkan 155 hakim nasional.

TERPOPULER

TERKINI