Sabtu, Agustus 1, 2026
No menu items!

Otorita IKN Optimalkan Keamanan dan Kenyamanan Hunian Pekerja Konstruksi

NUSANTARA, Satu Indonesia – Untuk menciptakan lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh pekerja, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK). Berbagai kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan gender diterapkan sebagai upaya memberikan perlindungan dan rasa nyaman, khususnya bagi pekerja perempuan.

Sebagai tempat tinggal bagi para pekerja yang terlibat dalam pembangunan IKN, HPK dihuni oleh tenaga konstruksi, petugas keamanan, petugas kebersihan, hingga berbagai tenaga pendukung lainnya. Seluruh kawasan dikelola melalui sistem building management agar pelayanan, keamanan, dan fasilitas dapat berjalan optimal sehingga para penghuni memperoleh tempat tinggal yang layak dan nyaman.

Tak hanya menyediakan fasilitas seperti kantin, masjid, dan taman, pengelolaan HPK juga menitikberatkan pada perlindungan bagi seluruh penghuni. Saat ini kawasan tersebut ditempati 4.302 pekerja, terdiri atas 716 perempuan atau 16,6 persen serta 3.586 laki-laki atau 83,4 persen.

Menurut Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, penerapan konsep hunian yang responsif gender menjadi salah satu langkah untuk menciptakan lingkungan tinggal yang aman sekaligus mendukung produktivitas para pekerja.

“Penghuni HPK berasal dari berbagai profesi dan latar bielakang. Karena itu, pengelolaan hunian kami rancang agar setiap penghuni merasakan keamanan dan kenyamanan. Lingkungan tempat tinggal yang aman akan membuat para pekerja dapat bekerja secara optimal,” ujar Cakra, pada Kamis (23/07/2026) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, IKN.

Sebanyak empat tower dari total 35 tower yang tersedia di kawasan HPK disiapkan khusus bagi pekerja perempuan. Seluruh tower tersebut berada di kawasan HPK 2 sebagai bentuk upaya menjaga privasi sekaligus meningkatkan rasa aman bagi penghuni perempuan selama berada di lingkungan hunian.

Di area hunian perempuan, Otorita IKN juga menempatkan petugas keamanan perempuan agar pelayanan keamanan dapat diberikan secara maksimal. Penempatan petugas housekeeping disesuaikan dengan lokasi kerja dan gender, sementara CCTV dipasang di sejumlah area publik sebagai bagian dari sistem pengamanan kawasan. Selain itu, tata tertib penghuni diberlakukan untuk menjaga lingkungan tetap aman, tertib, dan kondusif.

Salah seorang Petugas Keamanan Perempuan HPK 2, Nirwana, menjelaskan bahwa seluruh aturan yang diterapkan bertujuan menjaga keamanan sekaligus kenyamanan para penghuni.

“Kalau di tower perempuan, laki-laki itu tidak boleh masuk tanpa pengawalan oleh security. Peraturan itu dibuat agar penghuni nyaman, tertib dan aman,” ujar Nirwana.

Kebijakan tersebut turut dirasakan manfaatnya oleh para penghuni, termasuk Sri yang telah menempati Hunian Pekerja Konstruksi selama kurang lebih satu tahun.

Sejak pertama kali datang ke IKN, Sri mengaku langsung ditempatkan di kawasan khusus perempuan. Menurutnya, penataan tersebut membuat dirinya merasa lebih nyaman karena area hunian tidak bercampur dengan penghuni laki-laki.

“Sejak pertama datang saya memang langsung ditempatkan di area perempuan. Jadi selama tinggal di sini terasa lebih nyaman karena tidak bercampur dengan penghuni laki-laki,” ujar Sri.

Selama tinggal di HPK, Sri mengatakan dirinya tidak pernah mengalami gangguan saat menjalani aktivitas sehari-hari. Baginya, keberadaan petugas keamanan bersama sistem pengawasan CCTV memberikan rasa aman sekaligus memudahkan penelusuran apabila terjadi suatu kejadian.

“Selama tinggal di sini saya tidak pernah mengalami gangguan. Keberadaan petugas keamanan dan CCTV cukup membantu menjaga lingkungan tetap aman. Kalau ada kejadian biasanya bisa ditelusuri melalui rekaman CCTV,” katanya.

Sri menilai rasa aman merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap orang. Dengan lingkungan hunian yang nyaman, para pekerja dapat beristirahat dengan tenang sebelum kembali melanjutkan aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Semua orang tentu membutuhkan rasa aman,” tuturnya.

Melalui pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi yang mengedepankan prinsip responsif gender, Otorita IKN berkomitmen menghadirkan pembangunan Nusantara yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur modern, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja dan hunian yang aman, inklusif, serta mendukung kesejahteraan seluruh pekerja sejak proses pembangunan berlangsung.


(Humas Otorita Ibu Kota Nusantara)

(MH/Nisrina)

TERPOPULER

TERKINI