Kamis, Juli 2, 2026
No menu items!

Gebyar Muharram, APRI-Kemenag Samarinda Bakal Gelar Nikah Massal

Samarinda, Satu Indonesia – Pemerintah Kota Samarinda menyambut positif rencana nikah massal yang digagas Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Kota Samarinda.

Kegiatan bertajuk Gebyar Muharram 1448 Hijriah tersebut akan digelar pada 7 Juli 2026 di Aula MAN 2 Samarinda, hasil kolaborasi APRI dengan Kementerian Agama Kota Samarinda.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, saat menerima audiensi pengurus APRI di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Lantai II Gedung Balai Kota Samarinda, Rabu (01/07/2026).

Pertemuan itu sekaligus menjadi ajang mempererat sinergi antara pemkot dan APRI dalam menghadirkan layanan keagamaan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

Program nikah massal ini digadang-gadang jadi solusi bagi pasangan yang selama ini terkendala biaya maupun urusan administrasi untuk menikah secara resmi. Selain prosesi akad, peserta juga bakal mendapat fasilitas lengkap: pencatatan nikah gratis, penerbitan buku nikah, pembaruan data kependudukan lewat kerja sama dengan Disdukcapil, hingga suvenir kenang-kenangan.

Ketua APRI Kota Samarinda, Asfian Noor Nurdin, atau yang akrab disapa Ustaz Atay, mengungkapkan hingga kini sudah ada 11 pasangan calon pengantin dari tujuh Kantor Urusan Agama (KUA) yang mendaftar. Angka itu, katanya, masih berpotensi bertambah menjelang hari pelaksanaan.

“Kami berharap Bapak Wakil Wali Kota berkenan hadir sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan nikah massal ini. Dukungan Pemerintah Kota Samarinda tentu akan semakin memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat,” ujar Ustaz Atay.

Menanggapi permintaan itu, Wawali Saefuddin Zuhri menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif APRI yang dinilai sejalan dengan komitmen pemkot memperkuat ketahanan keluarga lewat layanan publik yang mudah diakses.

“Saya ucapkan apresiasi kepada Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia Kota Samarinda. Ini adalah bentuk kedekatan kita dengan ikatan para penghulu. Semoga menjadi hikmah, karena menikahkan orang ini pahalanya sangat besar, dan penghulu memiliki tugas yang sangat mulia,” ungkapnya.

Orang nomor dua di Samarinda ini juga menegaskan kesiapannya hadir dalam pelaksanaan nikah massal tersebut. Tak berhenti di situ, ia turut menggagas sinergi lintas instansi untuk membantu pasangan yang sudah menikah secara agama (nikah siri) namun belum memiliki legalitas hukum, agar bisa diakomodasi melalui mekanisme resmi yang berlaku.

Di sisi lain, Ustaz Atay menambahkan bahwa tugas penghulu tak sebatas memimpin akad nikah, tapi juga memberikan edukasi dan konsultasi keluarga. Karena itu, APRI berencana menghadirkan layanan Konsultasi Keluarga Sakinah di kawasan Car Free Day (CFD) sebagai bentuk pelayanan tambahan bagi warga.

APRI pun menyambut baik gagasan wakil wali kota untuk terus menggencarkan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS Nikah), guna meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya pasangan nikah siri akan pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi di mata negara.

Audiensi turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah serta Tim Wali Kota untuk Percepatan Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, sebagai wujud dukungan lintas sektor.

TERPOPULER

TERKINI