Rabu, Juli 1, 2026
No menu items!

Waspada! BMKG Sebut Risiko Karhutla di Enam Provinsi Meningkat Selama El Nino 2026

Jakarta, Satu Indonesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode El Nino 2026.

Sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan menjadi daerah prioritas pengawasan karena berisiko mengalami peningkatan titik panas.

Dalam keterangannya, Senin (29/06/2026), Kepala BMKG RI, Teuku Faisal Fathani mengatakan dampak El Nino yang bertepatan dengan musim kemarau dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan secara signifikan. Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran hutan, terutama di kawasan lahan gambut.

“Risiko karhutla perlu diwaspadai di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Teuku menjelaskan, dampak karhutla tidak hanya berupa peningkatan titik api. Kebakaran juga dapat memicu kabut asap lintas wilayah, peningkatan emisi karbon, pencemaran udara, serta kerusakan ekosistem yang lebih luas.

BMKG bersama BNPB dan kementerian terkait telah memperkuat sistem mitigasi berbasis pencegahan. Pendekatan tersebut dilakukan melalui pemantauan kondisi lahan gambut, deteksi dini, patroli lapangan, serta intervensi infrastruktur air di daerah rawan.

“Sejak 2015, pendekatan penanganan karhutla lebih bersifat preventif. Kami memantau fluktuasi muka air di lahan gambut dan melakukan intervensi lebih awal agar lahan tidak mudah terbakar,” katanya.

Selain itu, pemerintah Republik Indonesia juga akan memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan potensi karhutla selama periode puncak musim kemarau dan El Nino tahun ini.

TERPOPULER

TERKINI