Samarinda, Satu Indonesia – Penguatan pemahaman hak asasi manusia (HAM) di kalangan mahasiswa sangat penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal tersebut ditegaskan oleh Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur, saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas HAM dan Uji Publik Rancangan Undang-Undang HAM, Selasa (23/06/2026) di Kampus Universitas Mulawarman, Samarinda.
Menurut Abdunnur, pemahaman HAM harus diberikan secara komprehensif kepada generasi muda agar pembangunan bangsa dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap martabat manusia. Ia menilai penguatan nilai-nilai kemanusiaan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter.
Universitas Mulawarman sendiri saat ini memiliki lebih dari 35 ribu mahasiswa yang tersebar di 14 fakultas dan satu program pascasarjana. Seluruh civitas akademika diharapkan dapat mengambil peran dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan di tengah masyarakat.
Abdunnur juga menegaskan penguatan pemahaman HAM merupakan bagian dari upaya menjaga nilai-nilai kebangsaan.
“Komitmen kita untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan termasuk memahami tentang hak asasi manusia menjadi bagian terpenting bagi seluruh anak bangsa, khususnya mahasiswa Universitas Mulawarman,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan transformasi pembangunan nasional yang membuat isu HAM tidak lagi dapat dipandang sebagai isu sektoral semata. HAM kini menjadi bagian penting dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Abdunnur mengingatkan pemahaman terhadap HAM harus berjalan seimbang dengan kesadaran menjalankan kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga negara.
“Keseimbangan antara hak dan kewajiban dinilai menjadi kunci dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan,” ujarnya.
Sebagai perguruan tinggi terbesar di Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman memiliki tanggung jawab moral dalam pembentukan karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai keadilan, kemanusiaan, dan persatuan. Komitmen tersebut direalisasikan melalui kegiatan akademik yang bertujuan mencetak generasi unggul serta berintegritas.

