Balikpapan, Satu Indonesia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu musim kemarau panjang pada 2026. Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air bersih dan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran lahan maupun permukiman.
Upaya antisipasi dilakukan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan puncak dampak El Nino terjadi pada Juli hingga September 2026. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan berkurangnya curah hujan, meningkatnya suhu udara, serta memicu kekeringan di sejumlah wilayah.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan pihaknya telah menyampaikan berbagai imbauan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan dini menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dari biasanya.
“Imbauan sudah kami sampaikan kepada masyarakat, terutama terkait penghematan penggunaan air. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran, baik membakar sampah di sekitar rumah maupun membuka lahan dengan cara dibakar,” kata Usman Ali, Rabu (12/5/2026).
Menurut dia, BPBD melibatkan berbagai unsur di tingkat lapangan untuk memperluas sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi dilakukan bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparatur kecamatan, hingga perangkat kelurahan melalui kegiatan pertemuan warga dan penyampaian langsung di lingkungan permukiman.
BPBD menilai ancaman utama yang perlu diantisipasi selama musim kemarau adalah potensi kekeringan yang dapat memengaruhi ketersediaan air bersih masyarakat. Penurunan debit air baku dikhawatirkan berdampak pada kemampuan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam mendistribusikan air kepada pelanggan.
“Yang paling kami khawatirkan adalah kekeringan yang berdampak pada kemampuan PDAM dalam menyuplai kebutuhan air masyarakat,” ujarnya.
Usman menjelaskan, kebutuhan air bersih masyarakat Balikpapan saat ini tidak hanya bergantung pada waduk, tetapi juga didukung Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang memanfaatkan sumber air tanah dan sumber air baku lainnya. Meski kondisi cadangan air masih tergolong aman, pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan penurunan pasokan saat musim kemarau mencapai puncaknya.
Selain memantau ketersediaan air, BPBD bersama pihak terkait juga mengawasi kualitas air baku sebelum didistribusikan kepada masyarakat. Air dari sungai maupun sumber lainnya harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu agar aman digunakan sebagai air bersih.
Usman menambahkan, pengolahan air dilakukan melalui Instalasi Pengolahan Air dengan tahapan pengaturan kadar pH dan pencampuran zat tertentu guna menjaga kualitas air tetap sesuai standar kesehatan.
Di sisi lain, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran sembarangan selama musim kemarau. Kondisi cuaca panas dan lahan yang mengering dinilai sangat rentan memicu kebakaran yang dapat meluas dengan cepat apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Melalui peningkatan kesiapsiagaan dan partisipasi masyarakat, pemerintah daerah berharap dampak El Nino dapat diminimalkan sehingga kebutuhan air bersih dan kondisi lingkungan di Kota Balikpapan tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.

