Minggu, April 19, 2026
No menu items!

Pemkot Samarinda Dukung Pemberdayaan Lansia, Resmikan Sekolah Lansia St. Matilda

Samarinda, Satu Indonesia – Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup lanjut usia agar menjadi lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat), Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda melaksanakan pembukaan Sekolah Lansia St. Matilda di Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, bertempat di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Mangkupalas, Jum’at (10/04/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Camat Loa Janan Ilir, Aditiya Koesprayogi; Pastor Benediktus Indra Praptono, Pr; Anggota DPRD Kota Samarinda, Elnatan Pasambe; perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Nurrizky Permajati; perwakilan Dinas Kesehatan Kota Samarinda; Kabag Kesra, Syamsu Nur; para lurah se-Kecamatan Loa Janan Ilir; perwakilan TP PKK Kota Samarinda; pengurus Sekolah Lansia St. Matilda; serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Pastor Benediktus Indra Praptono menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas diresmikannya Sekolah Lansia St. Matilda. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Samarinda terhadap hadirnya program tersebut.

“Belajar tidak mengenal usia. Justru di masa ini kita memiliki waktu emas untuk berbagi keceriaan, mendalami iman, merawat kesehatan jiwa dan raga, serta mempererat silaturahmi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Apriani melaporkan bahwa Sekolah Lansia merupakan salah satu program strategis dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan edukatif dan promotif. Program ini bertujuan mendukung terwujudnya lansia SMART di Kota Samarinda.

Ia menambahkan, terbentuknya Sekolah Lansia St. Matilda merupakan inisiatif masyarakat, khususnya Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Mangkupalas, yang menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pemberdayaan lansia.

Sekolah Lansia St. Matilda diikuti oleh 30 lansia yang tergabung dalam kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Kelurahan Mangkupalas. Program ini dijadwalkan berlangsung mulai 10 April hingga 25 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup lansia di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Samarinda memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang tetap memiliki semangat belajar meskipun telah memasuki usia lanjut. Menurutnya, kehadiran para lansia memberikan energi positif serta inspirasi bagi pembangunan daerah.

“Sekolah lansia bukan hanya tempat belajar dalam arti sempit, tetapi juga ruang bertumbuh, ruang berbagi pengalaman, ruang saling menguatkan, serta ruang untuk meneguhkan bahwa usia lanjut tetap dapat dijalani secara aktif, sehat, produktif, dan bermartabat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan mental dan spiritual, serta keterampilan praktis dalam menjaga kesehatan fisik dan kepercayaan diri para lansia agar tetap aktif di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Samarinda berharap melalui Sekolah Lansia St. Matilda akan lahir generasi lansia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Program ini juga menitikberatkan pada pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, pola makan seimbang, serta aktivitas fisik yang teratur.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup lansia, tetapi juga mendorong peran aktif mereka dalam memberikan teladan, pengalaman, dan nasihat bagi generasi muda, sehingga pembangunan di Kota Samarinda dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.

TERPOPULER

TERKINI

Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Resmi Dibuka, Ajang Cetak Generasi Promotor Pariwisata Balikpapan

Satu Indonesia, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Grand Final Pemilihan...