Jakarta , Satu Indonesia – Video menampilkan sejumlah sepeda motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) viral di media sosial.
Buntut jumlah pengadaan yang mencapai 70.000 unit ini lantas memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Menangapi hal ini, Kepala BGN, Dadan Hindayana dalam keterangan resminya di Jakarta pada Selasa (7/4/2026) menjelaskan bahwa pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu dan ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan, dikutip Kamis (8/4/2026).
Meski begitu, Dadan memastikan bahwa motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait. Menurutnya, kendaraan yang telah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.
“Motor tersebut belum didistribusikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” tambahnya.
Dadan lebih lanjut menegaskan proses realisasi pengadaan motor secara bertahap dimulai pada Desember 2025.
Sementara itu, terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit, Dadan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar atau hoaks.
“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total listrik motor sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” lanjutnya.
Untuk itu, Dadan berharap masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh yang belum terverifikasi, serta dapat memahami bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan informasi kelancaran pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia
Redaksi

