Kamis, Juni 4, 2026
No menu items!

Kapan Waktu Terbaik Melatih Anak Berpuasa?

Jakarta, Satu Indonesia – Meski anak-anak belum memiliki kewajiban untuk berpuasa, tapi sebagian orang tua pasti ingin melatih anaknya untuk berpuasa sejak dini.

Tahukah Anda, tidak hanya bagi orang dewasa, puasa juga bisa membawa banyak manfaat bagi anak-anak, mulai dari mengajarkan anak untuk disiplin, melatih anak untuk bersabar, mencegah anak mengalami kelebihan berat badan, hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Namun, bila Anda melatih anak untuk berpuasa terlalu dini, bukannya manfaat yang didapat, hal tersebut justru bisa membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan anak, lho.

Waktu Terbaik bagi Anak untuk Berlatih Puasa

Jika dilihat dari sudut pandang agama, seseorang sudah wajib menunaikan ibadah puasa sejak memasuki usia puber atau akil balik, yaitu sekitar usia 9–14 untuk anak laki-laki dan 8–13 tahun untuk anak perempuan. Namun, jika Anda ingin melatih anak berpuasa sebelum ia memasuki masa puber, Anda tetap bisa melakukannya.

Dari sisi medis, salah satu penelitian dengan peserta anak-anak berusia 7 tahun yang memulai puasa menunjukkan bahwa pada usia tersebut risiko terjadinya dampak mengkhawatirkan akibat anak berpuasa sudah mulai jarang ditemui.

Seperti yang diketahui, puasa bisa memengaruhi pola hidup sehari-hari, mulai dari pola makan, pola tidur, hingga proses metabolisme tubuh. Pada anak-anak, berbagai perubahan tersebut akan lebih berdampak pada kondisi kesehatannya.

Oleh sebab itu, jika sudah melatih anak berpuasa sebelum usianya mencapai 7 tahun, hal ini akan meningkatkan risiko anak mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti menurunnya konsentrasi, dehidrasi, bahkan yang terparah adalah hipoglikemia.

Hipoglikemia sendiri merupakan kondisi saat gula darah turun di bawah nilai normal, sehingga menyebabkan tubuh anak kekurangan energi untuk beraktivitas. Jika terlambat ditangani, hipoglikemia dapat mengakibatkan penurunan kesadaran, kejang, hingga kerusakan permanen pada otak.

Saat berpuasa, anak-anak lebih rentan menderita hipoglikemia. Ini karena umumnya mereka memiliki cadangan gula dalam tubuh (glikogen) yang masih terbilang rendah.

Hal tersebut juga diperparah oleh proses metabolisme tubuh anak yang cenderung lebih cepat daripada orang dewasa. Maka dari itu, sebaiknya hindari memaksa anak berpuasa jika usianya belum mencapai 7 tahun ya.

Tips Melatih Anak Berpuasa

Meski umumnya anak-anak usia 7 tahun ke atas sudah aman untuk berpuasa, tetapi Anda harus melatihnya dengan cara yang tepat, agar anak tetap bisa menjalani puasa dengan tubuh yang sehat.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk melatih anak berpuasa:

  • Hindari memaksa anak untuk langsung berpuasa penuh. Saat melatihnya, sebaiknya minta anak untuk berpuasa setengah hari terlebih dahulu, yakni sekitar 6–8 jam. Pelan-pelan, tingkatkan waktunya hingga ia bisa berpuasa penuh.
  • Hindari memaksa anak untuk makan secara berlebihan saat sahur. Sebaliknya, siapkan makanan sahur yang kaya serat dan protein, agar rasa kenyang bisa bertahan lebih lama.
  • Pastikan kebutuhan cairan harian anak tercukupi, dengan minum banyak air putih saat waktu sahur dan berbuka.
  • Hindari memberi anak makanan tinggi gula, terlalu asin, dan pedas.
  • Minta anak untuk tidak melakukan olahraga berintensitas tinggi saat puasa, seperti main sepak bola.

Sumber: Alodokter

TERPOPULER

TERKINI