Selasa, Juni 9, 2026
No menu items!

Delegasi Leiden University Tinjau Operasi dan Program Lingkungan PHM di Mahakam

Satu Indonesia, Kukar – Delegasi akademik dari Leiden University, Belanda, bersama Universitas Mulawarman (Unmul) melakukan kunjungan lapangan ke wilayah operasi PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di Kalimantan Timur, Minggu (8/2/2026).

Kunjungan dipusatkan di Lapangan South Processing Unit (SPU) serta lokasi Program Pemberdayaan Lingkungan Hutan Pertamina (Tunu Inland) dan kawasan mangrove di Desa Sepatin. Rombongan dipimpin Profesor Steffen Nijhuis dan didampingi Profesor Irawan Wijaya bersama mahasiswa Unmul.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program LDE–UNMUL Thesis Lab bertema “Sustainable Urbanism in East Kalimantan”, kolaborasi konsorsium Leiden–Delft–Erasmus (LDE) Universities dengan Unmul. Program ini mendorong riset bersama terkait pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Dalam kunjungan tersebut, peserta memperoleh paparan mengenai operasional hulu migas, aspek keselamatan kerja, serta pengelolaan lingkungan di wilayah kerja Mahakam. Diskusi interaktif juga dilakukan untuk membahas keterkaitan antara kegiatan industri energi dan prinsip keberlanjutan.

Selain meninjau fasilitas pemrosesan, delegasi mengunjungi program pemberdayaan lingkungan di Tunu Inland dan kawasan mangrove. Kunjungan lapangan ini memberi gambaran mengenai pelaksanaan program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar area operasi.

“Kami sangat menghargai kesempatan ini untuk terlibat secara langsung dan saling bertukar pengetahuan, gagasan, serta perspektif satu sama lain. Momen seperti ini menjadi fondasi bagi dialog yang terbuka dan mendorong kolaborasi yang berdampak antara universitas dan industri guna mendukung terwujudnya keberlanjutan,” ungkap Steffen Nijhuis.

Site Manager SPU PHM, Billy Sunyoto, menilai kunjungan tersebut menjadi ruang pertukaran perspektif antara akademisi dan pelaku industri energi.

“PHM tidak hanya berfokus pada keberhasilan operasi, tetapi juga pada bagaimana kami menciptakan nilai berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Kami berharap interaksi ini menjadi ruang pembelajaran dua arah, di mana kami dapat memperoleh perspektif dunia akademik,” ungkapnya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan pendekatan akademik dan praktik industri dalam konteks pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur, khususnya di sektor hulu migas.

TERPOPULER

TERKINI

Tiga Koperasi Merah Putih di Balikpapan Rampung, Operasional Masih Tunggu Juknis Pusat

Balikpapan, Satu Indonesia — Pemerintah Kota Balikpapan masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat sebelum mengoperasikan secara penuh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang...