Senin, April 20, 2026
No menu items!

Pasca Merger, Bukukan Pertumbuhan Double Digit di 2025

Satu Indonesia, Jakarta – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencatat kinerja solid sepanjang 2025, tahun pertama pasca merger. Perseroan membukukan pendapatan Rp 42,5 triliun atau tumbuh 23 persen secara tahunan (year on year/YoY).

EBITDA yang dinormalisasi (Normalized EBITDA) meningkat 13 persen YoY menjadi Rp 20,1 triliun dengan margin 47 persen. Sementara laba bersih yang dinormalisasi (Normalized PAT) melonjak 63 persen YoY menjadi Rp 3,0 triliun. Kontribusi pendapatan layanan data dan digital tercatat lebih dari 90 persen terhadap total pendapatan.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menyatakan,” Kami bersyukur dan bangga dengan hasil pencapaian perusahaan dari fase awal merger hingga sepanjang akhir tahun 2025 ini. Di tengah tantangan industri yang dinamis dan konsolidasi yang dilakukan, kami tetap berhasil meraih pencapaian yang baik. Merger yang kami lakukan berjalan dengan sukses dan tahapan-tahapan integrasi bisa diselesaikan lebih cepat dari yang direncanakan, kemudian target sinergi efisiensi yang lebih besar juga berhasil kami capai sehingga bisa memberikan ruang untuk meningkatkan margin pertumbuhan di tahun berikutnya.”

Jumlah pelanggan XLSMART hingga akhir 2025 mencapai 73 juta, meningkat 24 persen YoY. ARPU campuran (blended) berada di level Rp 39,5 ribu. Pada kuartal IV 2025, ARPU tercatat Rp 44,8 ribu, naik dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar Rp 38,9 ribu.

Perseroan juga mencatat pertumbuhan trafik layanan sebesar 38 persen YoY menjadi 14.566 petabytes. Jumlah BTS meningkat 36 persen YoY menjadi lebih dari 225 ribu BTS.

Rajeev menambahkan bahwa XLSMART juga berhasil meningkatkan pertumbuhan pendapatan serta meningkatkan pertumbuhan ARPU (average revenue per user) yang disertai dengan meningkatnya pengalaman pelanggan. Perseroan juga berhasil mewujudkan konsolidasi dan integrasi jaringan secara solid, sehingga bisa menciptakan fondasi untuk menyediakan infrastruktur jaringan yang lebih kuat, termasuk dengan diluncurkannya cakupan jaringan dan layanan 5G di berbagai kota/kabupaten di Indonesia beberapa waktu lalu dan akan terus bertambah secara bertahap ke depannya. Saat ini dan kedepan, XLSMART masih akan terus fokus untuk meningkatkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan..

Dari sisi finansial, merger menghasilkan realisasi sinergi sebesar USD 250 juta pada tahun pertama. Posisi keuangan perusahaan tercatat sehat dengan utang kotor Rp 23,7 triliun dan utang bersih Rp 21,0 triliun. Rasio net debt to EBITDA (termasuk finance lease) berada di level 3,38 kali. Free Cash Flow (FCF) mencapai Rp 6,6 triliun.

Belanja modal (capex) sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp 11,2 triliun, seiring proses integrasi dan ekspansi jaringan.

Sepanjang 2025, XLSMART melakukan integrasi jaringan secara simultan sekaligus memperluas layanan 5G di 33 kota/kabupaten di Indonesia. Peluncuran serentak dilakukan di Jakarta dan Surabaya.

Melalui merek layanan XL Prepaid, XL Prio, AXIS, dan Smartfren, perusahaan menawarkan pengalaman 5G dengan cakupan luas (blanket city coverage), akses otomatis bagi perangkat 5G (auto 5G experience), serta spektrum khusus (dedicated 5G spectrum).

Kinerja jaringan 5G XLSMART juga memperoleh pengakuan dari melalui Speedtest Awards untuk kategori jaringan 5G tercepat.

Manajemen menyatakan akan terus melanjutkan integrasi hingga semester I 2026 guna memperkuat kualitas layanan dan pengalaman pelanggan, sekaligus menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah transformasi industri telekomunikasi nasional.

TERPOPULER

TERKINI