Jumat, Mei 1, 2026
No menu items!

PHM Perkuat Akses Pendidikan Tinggi, 99 Mahasiswa Terima Bantuan Pendidikan Mahakam dan Pendampingan Sarjana Pesisir

Satu Indonesia, Samarinda – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyalurkan bantuan pendidikan kepada mahasiswa dan calon mahasiswa melalui Program Bantuan Pendidikan Mahakam dan Pendampingan Sarjana Pesisir. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa dari 15 perguruan tinggi serta perwakilan sarjana pesisir dalam acara yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (21/1/2026). Pada penyerahan kali ini, total penerima manfaat mencapai 99 orang.

Program Bantuan Pendidikan Mahakam merupakan bantuan pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa jenjang D3/D4/S1, S1 Linier Guru, dan S2 yang berasal dari keluarga prasejahtera di lima kecamatan sekitar wilayah operasi PHM. Sementara itu, Program Pendampingan Sarjana Pesisir ditujukan bagi siswa SMA dan sederajat di Kecamatan Anggana untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara Sunggono, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang diwakili Koordinator Formalitas dan Komunikasi Lely M. Sondakh, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pujianto, serta sejumlah camat dari wilayah sekitar operasi PHM. Hadir pula Pjs General Manager PHM yang diwakili Senior Manager Subsurface Development & Planning Susan Syahdina.

Mewakili Pjs GM PHM, Susan Syahdina menyampaikan bahwa Program Bantuan Pendidikan Mahakam dan Pendampingan Sarjana Pesisir merupakan wujud komitmen perusahaan dalam pengembangan generasi muda lokal di sekitar wilayah operasi melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Program tersebut, lanjut Susan, didukung oleh SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk perusahaan, serta telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera.

“Kami menjalankan program-program CSR khususnya di bidang pendidikan yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, di sekitar wilayah operasi Perusahaan,” ujar Susan.

Ia menambahkan, program CSR di bidang pendidikan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata. Pada 2025, Bantuan Pendidikan Mahakam dan Beasiswa Sarjana Pesisir disalurkan kepada 19 penerima di Kecamatan Samboja, 37 di Muara Jawa, lima di Sangasanga, 28 di Anggana, dan 10 di Muara Badak, serta menjangkau 15 perguruan tinggi di Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong. Sejak diluncurkan pada 2018 hingga 2025, total penerima manfaat program ini telah melampaui 700 mahasiswa.

Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, mengapresiasi konsistensi PHM dalam menghadirkan program pendidikan yang dinilai sebagai investasi strategis bagi masa depan daerah. Ia juga mendorong para penerima bantuan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh melalui semangat belajar dan perilaku positif.

Sementara itu, Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Lely M. Sondakh, menilai Program Bantuan Pendidikan Mahakam sebagai wujud nyata komitmen industri hulu migas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor pendidikan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan industri hulu migas dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

Di sisi lain, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui pendidikan.

“Keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas masih menjadi tantangan bagi keluarga prasejahtera di sekitar wilayah operasi Perusahaan, termasuk di wilayah operasi PHM, PHSS, dan PHKT. Faktor ekonomi, keterbatasan geografis, dan kondisi sosial budaya menyebabkan banyak lulusan SMA yang belum dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” jelasnya.

Selain Program Bantuan Pendidikan Mahakam, PHI bersama anak perusahaannya membuka akses beasiswa penuh melalui Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK) bagi putra-putri Kalimantan dari keluarga prasejahtera.

“Kami percaya bahwa Program Bantuan Pendidikan Mahakam dan BSBK akan membuka peluang yang semakin luas bagi generasi muda di wilayah operasi untuk dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang berkualitas, sekaligus menyiapkan mereka sebagai agen perubahan bagi pengembangan dan kemajuan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Dony menambahkan, program CSR di bidang pendidikan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat guna mendukung keberlanjutan operasi dan produksi migas perusahaan yang berperan penting bagi ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita pemerintah.

TERPOPULER

TERKINI