Minggu, April 19, 2026
No menu items!

Optimalisasi Sumur HPPO Angkat Produksi Minyak Lapangan Handil Awal 2026

Satu Indonesia, Balikpapan – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatat peningkatan kinerja produksi pada awal 2026 melalui keberhasilan optimalisasi dua sumur High Pour Point Oil (HPPO) di Lapangan Handil, Kalimantan Timur. Dari kedua sumur tersebut, PHM memperoleh tambahan produksi minyak hingga 2.000 barel per hari (bph), jauh melampaui target awal dalam Work Program & Budget (WP&B) 2026 yang diproyeksikan sekitar 400 bph.

Capaian ini turut meningkatkan total kontribusi produksi dari sumur-sumur HPPO di wilayah operasi PHM menjadi 3.000 bph, termasuk satu sumur HPPO di Lapangan Tambora yang telah berproduksi sejak 2024.

Sumur HPPO di Lapangan Handil memiliki karakteristik minyak dengan titik tuang (pour point) lebih tinggi dibandingkan suhu operasi pipa yang berada di kisaran 25 derajat celcius. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan minyak mengental hingga membeku apabila tidak ditangani secara khusus, sehingga dapat menghambat aliran produksi.

Senior Manager Production PHM, Robert Roy Antoni, menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan metode chemical treatment menggunakan Pour Point Depressant (PPD) untuk mengatasi tantangan tersebut. Teknologi ini mampu menurunkan titik tuang minyak hingga 21 derajat celcius.

“Blok Mahakam merupakan lapangan mature dengan karakteristik sumur yang semakin menantang. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan komitmen kami untuk terus mencari solusi agar sumur-sumur challenging, atau sumur yang memiliki kompleksitas tinggi dan sebelumnya belum tersentuh, dapat diproduksikan secara optimal,” ujar Robert.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menambahkan bahwa keberhasilan mengelola sumur dengan tantangan teknikal dan operasional yang kompleks telah menjadi bagian dari kapabilitas perusahaan. Sebelumnya, PHM juga berhasil mengoperasikan 17 sumur minyak beremulsi dengan memanfaatkan fasilitas eksisting di lapangan gas Tunu, Tambora, Sisi Nubi, Peciko, dan South Mahakam, yang secara kumulatif menghasilkan tambahan produksi hingga 5.200 bph berdasarkan pengukuran di kepala sumur.

Keberhasilan pengembangan sumur HPPO dan sumur beremulsi tersebut menegaskan komitmen PHM dalam menghadapi tantangan lapangan mature melalui inovasi berkelanjutan. Dengan tambahan produksi tersebut, PHM memasuki 2026 dengan rata-rata produksi minyak mencapai sekitar 25 ribu bph, atau sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan target WP&B yang ditetapkan pemerintah.

“Kami meyakini bahwa keberlanjutan operasi dan bisnis merupakan kunci dalam mendukung kebijakan transisi energi Pertamina, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas pada tahun 2029 atau lebih cepat,” tegas Setyo.

Ia juga menegaskan pentingnya investasi di sektor hulu migas, baik eksplorasi maupun eksploitasi, guna menjaga kesinambungan produksi dan mendukung ketahanan energi nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah terkait swasembada energi.

PT Pertamina Hulu Mahakam merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8 yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama pemerintah Indonesia yang diwakili oleh SKK Migas, PHM bersama entitas PHI lainnya terus mendorong inovasi dan penerapan teknologi dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan demi mendukung keberlanjutan produksi migas nasional serta mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.

TERPOPULER

TERKINI

Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Resmi Dibuka, Ajang Cetak Generasi Promotor Pariwisata Balikpapan

Satu Indonesia, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Grand Final Pemilihan...