Samarinda, Satu Indonesia – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2025 di Kota Samarinda telah menyelesaikan 865 bidang tanah yang telah resmi bersertifikat.
Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Samarinda memastikan seluruh kuota PTSL tahun ini telah diterbitkan meski mengalami penurunan akibat efisiensi anggaran.
Ketua Ajudikasi PTSL 2025 Kantah Samarinda, Resdy Anggi, mengatakan kuota PTSL tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menyebut, pada 2024 kuota PTSL mencapai sekitar 21 ribu bidang, sementara pada 2025 hanya ditetapkan 650 bidang dan bertambah menjadi 865 bidang pada November.
“Tahun 2024, kuotanya sekitar 21 ribu. Tahun ini dipangkas karena efisiensi anggaran. Kuota awal PTSL 2025 itu hanya 650 bidang, lalu November bertambah jadi 865,” ujar Resdy.
Ia menjelaskan, pelaksanaan PTSL 2025 difokuskan pada bidang tanah yang telah memiliki Nomor Induk Bidang (NIB). Selain itu, program ini juga menyasar aset-aset pemerintah yang menjadi atensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Sudah selesai semua. Pembagiannya dijadwalkan bertahap dan informasinya disampaikan melalui kelurahan dan media sosial,” katanya lagi.
Sementara itu, terkait PTSL 2026, Kantah Samarinda belum dapat memastikan target bidang tanah yang akan disertifikasi. Penetapan kuota masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
Meski demikian, Anggi menyebut bidang tanah yang telah memiliki NIB namun belum tertangani pada 2025 akan menjadi prioritas pada tahun berikutnya.
“Yang berkasnya sudah masuk dan NIB-nya ada, tapi belum bisa ditindaklanjuti tahun ini, kemungkinan besar akan kami utamakan tahun depan,” ujarnya.

