Berau, Satu Indonesia – Sebuah kapal nelayan dilaporkan karam di perairan antara Kampung Bohe Silian menuju Pulau Bakungan, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada Jumat (02/01/2026) pagi.
Insiden yang menimpa kapal nelayan milik warga Kampung Bohe Silian ini diketahui terjadi setelah lambung kapal menabrak gugusan karang. Kapal tersebut dinakhodai oleh Jupri (55), seorang nelayan warga RT 02 Kampung Bohe Silian.
Kapal tersebut dikabarkan sedang membawa 15 orang penumpang untuk kegiatan rekreasi. Beruntung, semuanya dipastikan selamat setelah dievakuasi oleh warga dan petugas kepolisian setempat.
Kapolsek Maratua, Ipda Sunarto, menyatakan kapal bertolak dari dermaga lokal sekitar pukul 08.00 WITA.
“Seluruh penumpang dilaporkan selamat dan telah dievakuasi,” ungkap Ipda Sunarto.
Insiden ini menjadi perhatian serius otoritas keamanan laut mengingat adanya lonjakan jumlah wisatawan. Berdasarkan data terbaru, tercatat lebih dari 4.400 wisatawan mengunjungi wilayah Kepulauan Derawan awal tahun ini.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau melaporkan kepadatan penumpang terjadi di Pelabuhan Tanjung Batu. Pengelola jasa transportasi laut diinstruksikan untuk memastikan setiap kapal dalam kondisi laik laut.
Ipda Sunarto juga menegaskan pentingnya penyediaan alat keselamatan seperti jaket pelampung yang memadai. Petugas terus melakukan pemantauan ketat di titik penyeberangan untuk mencegah terulangnya kecelakaan kapal nelayan.
Hingga Sabtu (03/01/2026), kondisi keamanan di perairan Pulau Derawan dilaporkan tetap kondusif namun waspada. Otoritas setempat meminta operator kapal agar memperhatikan perubahan cuaca mendadak di area perairan dangkal.
Gugusan karang di wilayah Maratua diketahui seringkali menjadi tantangan teknis bagi nakhoda kapal lokal. Kewaspadaan ekstra diperlukan agar kapal nelayan maupun kapal wisata dapat melintas dengan aman di jalur tersebut.

