Selasa, Mei 5, 2026
No menu items!

Iran Ancam Absen Undian Piala Dunia 2026 Gara-Gara Visa AS

Teheran, Satu Indonesia – Iran mengancam tidak menghadiri undian Piala Dunia 2026 di Washington DC karena persoalan visa bagi delegasi. Federasi menilai kebijakan pembatasan visa dari Amerika Serikat menghalangi kehadiran penuh para perwakilan resmi.

Menurut laporan Tehran Times, otoritas Amerika hanya memberikan empat visa untuk rombongan Iran, tanpa menyertakan Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj.

Taj mengungkapkan bahwa ia telah berdiskusi langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan menegaskan pembicaraan tersebut berlangsung serius terkait hambatan administratif yang dihadapi.

“Kami masih menilai berbagai opsi berdasarkan waktu dan situasi. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Iran dan otoritas terkait,” ujar Taj.

Komite eksekutif federasi juga menyatakan sikap tegas tentang kehadiran pihak delegasi. Dalam pernyataannya, federasi memutuskan untuk tidak menghadiri acara bila seluruh visa belum diterbitkan. 

Undian Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan akan berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat (5/12/2025) pukul 17:00 waktu setempat. Iran tercatat lolos ke putaran final untuk ketujuh kalinya, empat di antaranya dalam edisi beruntun. 

Setelah resmi menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko, Amerika Serikat tetap menerapkan pembatasan ketat visa bagi warga Iran karena alasan politik dan keamanan.

Pada Juni lalu, Presiden AS Donald Trump menandatangani aturan yang melarang warga dari 12 negara masuk Amerika. Kebijakan itu disebut bertujuan mengelola ancaman keamanan sesuai evaluasi pemerintah.

Iran termasuk negara yang terdampak meski aturan seharusnya mengecualikan atlet dan pelatih untuk agenda olahraga besar. Ketentuan itu juga berlaku bagi peserta Olimpiade Los Angeles pada 2028 mendatang.

“Menurut kami, situasinya sudah dipolitisasi. Kami memberi tahu Presiden FIFA bahwa mereka bersikap politis dan kondisi ini sepenuhnya dipolitisasi,” ujar Taj.

Ia menegaskan federasi berharap FIFA mengambil posisi tegas terhadap tindakan seperti itu. Taj menyebut keputusan FIFA diperlukan untuk menjaga integritas acara internasional.

TERPOPULER

TERKINI