Balikpapan, Satu Indonesia — Pemerintah Kota Balikpapan mengambil langkah cepat menyusul kesulitan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memastikan pembentukan tim investigasi untuk mengawasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.
“Sesuai aturan, yang berhak itu angkutan yang membawa sembilan bahan pokok. Tim investigasi akan melihat langsung di lapangan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Antrean kendaraan, terutama truk logistik, dalam beberapa waktu terakhir dinilai mengganggu kelancaran distribusi barang serta memunculkan kekhawatiran adanya penyalahgunaan solar subsidi.
Pemerintah kota menilai pengawasan menjadi kunci untuk memastikan BBM subsidi tidak digunakan oleh pihak yang tidak berhak, seperti kendaraan industri non-subsidi atau praktik penimbunan. Tim investigasi akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kendaraan, termasuk memverifikasi jenis muatan yang diangkut.
Selain pengawasan, persoalan antrean juga dipicu ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan dan ketersediaan SPBU di Balikpapan. Pertumbuhan kendaraan logistik yang pesat dinilai belum diimbangi dengan penambahan infrastruktur distribusi energi.
“Memang kita kekurangan SPBU. Jumlahnya tidak seimbang dengan jumlah kendaraan,” kata dia.
Sebagai solusi, pemerintah daerah menyiapkan rencana penambahan SPBU di sejumlah titik strategis untuk mengurai kepadatan antrean yang selama ini terpusat di lokasi tertentu.
Di sisi lain, minat pihak swasta untuk membangun SPBU di Balikpapan disebut mulai meningkat. Pemerintah daerah menyambut hal tersebut sebagai peluang untuk memperluas akses distribusi BBM.
Berdasarkan data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), solar subsidi diperuntukkan bagi sektor tertentu, termasuk angkutan umum dan logistik kebutuhan pokok. Namun, pengawasan distribusi di daerah dengan aktivitas industri tinggi masih menjadi tantangan.
Pemerintah berharap kombinasi pengawasan ketat dan penambahan infrastruktur SPBU dapat menormalkan distribusi solar, sehingga aktivitas logistik kembali lancar tanpa terganggu antrean panjang.

