Kamis, Juni 4, 2026
No menu items!

Wagub Seno Ungkap Angka Stunting Kaltim Masih di Atas Nasional

Samarinda, Satu Indonesia – Tantangan serius Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menekan penurunan angka prevalensi stunting, dimana pada tahun 2021 berada di angka 22,9% dan pada tahun 2024 hanya turun menjadi 22,2%.

Sementara penurunan angka prevalensi secara nasional menunjukkan kemajuan positif dari 21,5% pada tahun 2023 menjadi 19,8% pada tahun 2024. Sehingga, pencapaian Benua Etam sebutan Kalimantan Timur masih sangat jauh dari cukup.

Wakil Gubernur Kaltim, H Seno Aji saat menyampaikan arahanya dalam Rakor Percepatan Penurunan Stunting, di Ruang Ruhui Rahayu, kantor Gubernur Kaltim menekankan akan pentingnya langkah-langkah luar biasa untuk mencapai ketertinggalan tersebut.

“Artinya apabila kita ingin mengejar ketertinggalan, kita perlu beberapa percepatan,” ungkap Wagub, Selasa (18/11/2025).

Seno menilai, pentingnya rapat koordinasi kali ini dilakukan imbas capaian penurunan stunting Kaltim masih berada di atas angka secara nasional yang telah turun dari 1%, sementara Kaltim hanya turun 0,7%.

Untuk itu, Wagub berharap setelah rakor ini, setiap kabupaten/kota bisa segera melakukan intervensi kepada masyarakat.

“Kita harus melihat masyarakat mana yang berpotensi stunting. Koordinasi antara OPD seperti Dinas Kesehatan, DP3A, BAZNAS, dan OPD lainnya juga harus diperkuat. Dinas Sosial perlu memastikan bantuan tepat sasaran, dan kita harus terus menjaga angka prevalensi stunting dari bulan ke bulan,” tegasnya.

Seno menambahkan bahwa setiap daerah wajib memiliki peta wilayah prioritas dan peta keluarga berisiko stunting sebagai dasar pelaksanaan intervensi spesifik dan sensitif. Selain itu, pembentukan posko-posko stunting lengkap dengan peta sasaran harus dilakukan di setiap wilayah.

“Dalam data kita, ada 39.137 kasus stunting di Kalimantan Timur. Angka ini cukup banyak. DP3A sebagai OPD pengampu harus mulai memonitor di mana balita-balita ini berada, sehingga puskesmas dan posyandu terdekat bisa memberikan layanan secara tepat,” tambah Wagub.

Ia pun berharap dengan langkah-langkah terukur ini mampu memberikan hasil nyata pada tahun mendatang.

“Kami berharap nasional tahun depan nilai prevalensi stunting Kalimantan Timur benar-benar turun dan dapat menyamai capaian,” pungkasnya.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI