Samarinda, Satu Indonesia – Memberikan sepeda kepada buah hati bukan sekadar menghadiahkan alat transportasi atau mainan.
Sepeda seolah menjadi simbol kebebasan, kemandirian, dan petualangan pertama yang bisa mereka nikmati di luar rumah. Selain itu, bersepeda merupakan salah satu kegiatan anak yang bisa memberi banyak manfaat, seperti melatih sensor motorik anak dan menjaga kesehatan jantung.
Namun, banyak orang tua bertanya-tanya: kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk memperkenalkan sepeda kepada anak?
Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap keluarga. Faktor usia, perkembangan motorik, lingkungan tempat tinggal, hingga kesiapan emosional anak memainkan peran penting dalam keputusan ini.
Beberapa anak sudah menunjukkan minat dan kemampuan mengayuh sejak usia tiga tahun, bahkan dua tahun. Sementara yang lain mungkin baru siap saat memasuki usia sekolah.
Dilansir dari rupa-rupa.com, berikut jenis-jenis sepeda untuk anak sesuai usianya dan juga metode untuk mengajarkannya!
Jenis-jenis Sepeda Anak
Dengan bersepeda, akan membantu melatih motorik, koordinasi, dan kepercayaan diri anak. Supaya bisa memberikan sepeda yang sesuai dengan usia si kecil, simak jenis sepeda anak berikut ini.
1. Sepeda Keseimbangan
Untuk tahapan awal, kamu bisa memberikan balance bike atau sepeda keseimbangan. Sepeda ini biasanya tidak memiliki pedal yang dibuat khusus untuk anak belajar bersepeda. Biasanya, kamu bisa memberikan sepeda ini ketika anak berusia 18 bulan.
Balance bike anak, atau push bike membantu anak belajar keseimbangan sebelum beralih ke sepeda biasa. Anak menggunakan kaki untuk mendorong dan mengontrol, sehingga mereka bisa fokus belajar menyeimbangkan diri terlebih dahulu.
Kamu hanya perlu mendudukan si kecil di atas pelana. Lalu, biarkan mereka menggerak-gerakkan kaki agar sepeda bisa bergerak maju dan mundur.
Banyak yang berpendapat bahwa anak lebih mudah belajar dengan sepeda keseimbangan daripada roda bantu. Hal tersebut dikarenakan anak akan benar-benar mengandalkan keseimbangan mereka, bukan roda.
2. Sepeda Roda 3
Selain sepeda keseimbangan, kamu juga bisa memberikan sepeda roda 3. Sepeda model satu ini juga cocok untuk membantu anak berusia 2-4 tahun dalam belajar cara mengayuh, mengerem, dan menjaga keseimbangan.
3. Sepeda Dengan Roda Tambahan
Bila anak sudah semakin besar, kamu bisa memberikannya sepeda roda 2 dengan tambahan 2 roda lagi di samping kanan dan kiri belakang. Sepeda dengan roda tambahan ini cocok untuk si kecil yang berusia 3-6 tahun.
Tenang saja, roda bantuan biasanya bisa dilepas ketika si kecil sudah mampu menyeimbangkan diri di atas sepeda. Jadi, bila si kecil sudah mulai bisa bersepeda dengan seimbang, cukup melepaskan roda tambahan pada bagian belakang sepeda.
Dengan begitu, mereka bisa belajar memakai sepeda roda 2 secara perlahan. Berikut rekomendasi sepeda anak dengan roda tambahan yang bisa jadi pilihan.
Metode Mengajari Anak Bersepeda
Ada banyak cara untuk mengajari anak mengayuh sepeda. Namun, kemauan untuk belajar tersebut harus datang dari anak sendiri. Sebagai orang tua, kita tidak bisa memaksakannya untuk belajar bersepeda, tetapi kita bisa mengajari mereka metode bersepeda.
Metode pertama, berikan sepeda keseimbangan terlebih dahulu agar mereka mengenal alat satu ini. Bila anak mulai tumbuh besar, kamu bisa memberikan sepeda roda tiga atau sepeda roda dua dengan roda bantuan.
Kamu bisa menemaninya sembari memegang dari belakang. Bila mereka sudah bisa berjalan lurus, secara perlahan-lahan kamu bisa melepaskannya dan membiarkan mereka mengayuh sendiri.
Selanjutnya, ajari si kecil cara berbelok dan berhenti. Cari tikungan halus yang sepi untuk mengajari anak cara menyeimbangkan sepeda ketika berbelok.
Pastikan kamu mengajarkan anak di tempat yang luas. Jika kamu tidak memiliki pekarangan rumah, kamu bisa melakukannya di tempat parkir yang sepi atau taman.
Namun, pastikan kamu mengajarkan si kecil bersepeda di area rerumputan supaya kalau si kecil jatuh, tidak terlalu sakit. Kamu juga bisa memperlengkapi buah hati dengan alat pengaman, seperti helm, atau bantalan lutut untuk mencegah cedera parah.

