Balikpapan, Satu Indonesia – Suasana mencekam sempat menyelimuti Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan) pada Kamis (30/10/2025) malam. Kobaran api, kepulan asap, dan teriakan panik terdengar di area landasan setelah sebuah pesawat tergelincir dan terbakar hebat.
Namun, insiden tersebut bukan peristiwa nyata, melainkan bagian dari simulasi penanganan keadaan darurat (Full Scale Exercise) yang digelar oleh PT Angkasa Pura Indonesia Regional VI dalam rangkaian Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) 2025.
Dalam skenario latihan, sebuah pesawat Sky Airline rute Cengkareng–Balikpapan dengan 117 penumpang dilaporkan mengalami gangguan mesin sesaat sebelum mendarat. Sekitar pukul 19.55 WITA, pilot menghubungi menara pengawas (ATC) untuk meminta prosedur pendaratan darurat.
Tak lama kemudian, pesawat dikabarkan tergelincir di runway 07 dan terbakar di sisi kanan badan pesawat. Petugas Rescue and Fire Fighting (RFF) Bandara SAMS Sepinggan segera melakukan pemadaman menggunakan foam untuk menekan kobaran api. Kepulan asap sempat menutupi area landasan sebelum api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Tim gabungan lalu mengevakuasi korban selamat dan korban luka berat, sementara berdasarkan skenario latihan, tujuh penumpang dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Novi Handono, menjelaskan bahwa latihan tersebut merupakan bagian dari Aircraft Accident Exercise, yang bertujuan menguji kesiapan seluruh unsur bandara dalam menghadapi kondisi darurat penerbangan.
“Kami menggelar latihan skala penuh atau full scale exercise, melibatkan seluruh unsur di bawah koordinasi Airport Emergency Committee (AEC). Tujuannya untuk menguji dokumen prosedur, kemampuan sumber daya manusia, hingga kesiapan peralatan,” ujarnya.
Latihan malam itu melibatkan berbagai instansi eksternal, antara lain TNI AU, TNI AD, Kepolisian, Basarnas, BPBD, KKP, serta rumah sakit-rumah sakit di Balikpapan. Semua pihak berperan aktif dalam proses pemadaman, evakuasi korban, hingga pengaktifan Emergency Operation Center (EOC).
Iwan mengungkapkan bahwa seluruh tahapan latihan berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
“Alhamdulillah, semua sesuai standar operasional. Baik dari sisi komando, koordinasi, maupun eksekusi di lapangan berjalan lancar. Kami para pimpinan juga melakukan pemantauan langsung dari EOC,” jelasnya.
Meski pelaksanaan berjalan lancar, Iwan menegaskan bahwa evaluasi tetap akan dilakukan untuk menyempurnakan sistem tanggap darurat di masa mendatang.
“Setiap latihan pasti ada evaluasi. Kami akan meninjau aspek komunikasi, kesiapan peralatan, serta koordinasi antar instansi agar ke depan semakin baik,” tambahnya.
Simulasi yang berlangsung hingga pukul 24.00 WITA itu menjadi ajang penting dalam memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur operasional Bandara SAMS Sepinggan menghadapi kemungkinan terburuk di dunia penerbangan.
Melalui latihan rutin ini, PT Angkasa Pura Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan, keamanan, dan keandalan layanan bandara bagi seluruh pengguna jasa penerbangan.

